Pemkab Melawi Usulkan Sekolah Rakyat ke Kemensos, Lokasi Masih Dikaji
kalbar24.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi, Kalimantan Barat, mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) kepada Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Usulan tersebut kini masih menunggu pembahasan lebih lanjut dan penilaian kelayakan lokasi yang diajukan.
Proposal pembangunan Sekolah Rakyat diserahkan langsung oleh Bupati Melawi Dadi Sunarya bersama Ketua DPRD Melawi Hendegi Januardi kepada Wakil Menteri Sosial RI di kantor Kemensos pada 20 Oktober 2026.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Melawi, H. Oslan Junaidi, membenarkan penyerahan proposal tersebut. Ia menyebut usulan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“ Tanggal 20 Oktober kemarin,” ujar Oslan saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).
Untuk lokasi pembangunan, Pemkab Melawi sementara mengusulkan lahan milik pemerintah daerah yang berada di bekas lokasi penanganan COVID-19, kawasan Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh.
Namun, lahan tersebut belum ditetapkan sebagai lokasi final. Dinas Sosial Melawi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan melakukan pembahasan untuk memastikan kelayakannya dari sisi teknis.
“Untuk sementara tanah Pemda di lokasi COVID-19. Nanti pihak PUPR dan Dinsos berembuk untuk final, karena PUPR yang mengetahui apakah layak atau tidak secara teknis,” jelas Oslan.
Pemkab Melawi berharap usulan pembangunan Sekolah Rakyat mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan.
Meski demikian, realisasi pembangunan masih bergantung pada proses evaluasi usulan, hasil kajian teknis terhadap lahan, serta keputusan pemerintah pusat.
Hingga saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Melawi masih dalam tahap pengusulan dan belum dipastikan jadwal pelaksanaannya.
