Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Ratusan Siswa Singkawang Ikuti FTBI 2026, Juara Wakili Daerah ke Tingkat Provinsi

✍️ Dewi Lestari 🕒 21 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Ratusan siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kota Singkawang mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 untuk memperkuat pelestarian bahasa Melayu dan menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini.
Ratusan siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kota Singkawang mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 untuk memperkuat pelestarian bahasa Melayu dan menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini. Foto: istimewa

kalbar24.com – Ratusan siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kota Singkawang mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 untuk memperkuat pelestarian bahasa Melayu dan menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini.

Kegiatan yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang itu berlangsung di Rumah Melayu, Selasa (20/10/2026). Para pemenang dijadwalkan mewakili Singkawang dalam kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 17 November 2026.

Festival mengusung tema “Melestarikan Bahasa Daerah, Merawat Warisan, Mengukuhkan Jati Diri”. Sejumlah cabang lomba digelar untuk menguji kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa dan menampilkan tradisi lisan Melayu.

Perlombaan tersebut meliputi Tundang Sari, dongeng, pantun, pidato, melucu, serta membaca teks Sumpah Pemuda. Selain siswa, festival juga melibatkan guru SMP/MTs melalui lomba membaca puisi.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Uniawati, mengatakan FTBI merupakan wujud komitmen bersama untuk melindungi bahasa daerah, terutama bahasa Melayu yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Singkawang.

“Ini adalah bentuk komitmen bersama untuk melindungi bahasa daerah, khususnya bahasa Melayu di Kota Singkawang,” kata Uniawati.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi puncak program revitalisasi bahasa Melayu yang telah berlangsung sejak awal 2026. Program ini diharapkan mendorong generasi muda bukan hanya mengenal bahasa daerah, tetapi juga menggunakannya dan meneruskannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Singkawang, Asmadi, yang menutup festival, menyebut kegiatan tersebut turut memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-25 Pembentukan Kota Singkawang serta Bulan Bahasa dan Sastra.

Ia menilai pelestarian bahasa daerah memiliki peran lebih luas daripada sekadar mempertahankan warisan leluhur. Bahasa dan budaya juga menjadi sarana menanamkan nilai adat istiadat, kesantunan, serta adab kepada generasi muda.

Asmadi menegaskan, upaya membangun generasi yang berpengetahuan, berakhlak, dan berbudaya membutuhkan komitmen berkelanjutan. Karena itu, pelestarian bahasa Melayu perlu melibatkan pemerintah, Dewan Pendidikan, tokoh budaya, dan praktisi budaya.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pelestarian bahasa daerah tidak berhenti pada festival atau kegiatan seremonial, tetapi terus diterapkan dalam lingkungan keluarga, pendidikan, dan kehidupan bermasyarakat.

Melalui FTBI 2026, Singkawang berupaya menjaga bahasa Melayu tetap digunakan oleh generasi muda sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perubahan zaman.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update