Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Ancaman Kabut Asap Karhutla, DPKP Palangka Raya Perketat Pemantauan Kesehatan Sapi hingga Unggas

✍️ Yansen Gunawan 🕒 28 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Ilustrasi kesehatan ternak.
Ilustrasi kesehatan ternak. Foto: ANTARAFOTO

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu pekatnya kabut asap di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tidak hanya menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan pernapasan manusia. Lebih dari itu, kondisi udara yang kian memburuk kini turut membahayakan kelangsungan hidup serta kesejahteraan hewan ternak maupun hewan peliharaan milik warga. Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya mengeluarkan instruksi tegas agar para pemilik dan pelaku usaha peternakan meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap kondisi fisik hewan.

Pemantauan ketat ini difokuskan secara masif pada kawasan-kawasan yang menjadi sentra peternakan utama, khususnya yang bersinggungan langsung dengan titik rawan kebakaran hutan. Berdasarkan pemetaan wilayah operasional pengawasan, DPKP mencatat ada tiga kecamatan utama di Palangka Raya yang menjadi prioritas pengawasan ketat terhadap kesehatan populasi ternak lokal. Tiga wilayah kecamatan yang dimaksud meliputi Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Sebangau, serta Kecamatan Pahandut.

Di ketiga wilayah tersebut, konsentrasi hewan ternak produktif seperti sapi, kambing, hingga berbagai jenis unggas mendominasi kepemilikan warga dan kelompok tani. Paparan partikel debu halus dan gas berbahaya dari sisa pembakaran lahan dikhawatirkan dapat menurunkan produktivitas hewan secara drastis, memicu stres akut pada ternak, hingga mendatangkan risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang berujung pada kematian jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang memadai.

Kondisi lingkungan yang kian memburuk akibat kabut asap tebal menuntut para peternak untuk tidak hanya fokus melindungi diri sendiri, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada kandang dan pakan ternak. Partikel sisa pembakaran yang terbawa angin dapat mencemari persediaan pakan terbuka serta sumber air minum yang dikonsumsi oleh hewan setiap hari. Oleh karena itu, langkah mitigasi dini di tingkat peternak mandiri sangat diperlukan untuk menekan angka kesakitan pada hewan selama musim karhutla berlangsung.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pihak DPKP Palangka Raya terus berkoordinasi dengan petugas lapangan guna memantau perkembangan kesehatan hewan di sentra-sentra peternakan tersebut. Tim kesehatan hewan diterjunkan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai tata cara perlindungan ternak di tengah kepungan kabut asap, seperti memindahkan kandang ke lokasi yang lebih steril atau menutup sebagian sisi kandang dengan tirai pelindung udara.

Pemerintah daerah berharap melalui imbauan dan pengawasan proaktif ini, para peternak dapat sigap mengenali gejala awal penurunan kesehatan pada hewan peliharaan mereka. Kesadaran kolektif antara instansi pemerintah dan masyarakat mutlak diperlukan agar dampak kerugian di sektor peternakan akibat bencana karhutla tahun ini dapat diminimalisasi secara optimal.

YG
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update