Pujasera Pasar Kakap Kubu Raya Direvitalisasi, Target Operasional Akhir Desember 2026
kalbar24.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menata kembali Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) Pasar Kakap di Kecamatan Sungai Kakap. Revitalisasi yang dibiayai melalui APBD Perubahan 2026 ini ditargetkan rampung pada akhir Desember untuk membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM sekaligus menghidupkan ruang publik masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan anggaran revitalisasi telah disiapkan dan pekerjaan ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026.
"Revitalisasi Pujasera, Pusat Jajanan Selera Rakyat ini. Insyaallah sudah kita anggarkan di APBD Perubahan dan bulan ini harus sudah bisa dikerjakan," kata Sujiwo saat meninjau kawasan tersebut, Kamis (8/10).
Menurut Sujiwo, penataan Pujasera menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan aset daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat Sungai Kakap.
Pujasera Diprioritaskan, Pembangunan Kios Dilanjutkan Bertahap
Pemkab Kubu Raya belum dapat membangun seluruh kios tahun ini karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, revitalisasi difokuskan terlebih dahulu pada area Pujasera, sedangkan pembangunan kios dan pelataran di sisi kanan serta kiri kawasan direncanakan berlanjut pada tahun berikutnya.
“Kenapa harus fokus ke Pujasera dulu? Pertama, supaya terjadi pemberdayaan UMKM. Yang kedua, parkir-parkir ini bisa menjadi pemasukan desa maupun pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Sujiwo menyebut potensi ekonomi kawasan Pasar Kakap juga terlihat dari aktivitas parkir kendaraan. Saat ini, terdapat sedikitnya 80 sepeda motor yang parkir menginap hampir setiap malam, belum termasuk kendaraan yang menggunakan area parkir umum.
Aktivitas tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber pemasukan sekaligus menunjukkan peluang pengembangan kawasan apabila fasilitasnya ditata dengan lebih baik.
Dilengkapi Area Kuliner dan Panggung Kreasi
Setelah revitalisasi, Pujasera akan dilengkapi meja dan kursi agar pengunjung bisa membeli makanan dari tenant UMKM dan menyantapnya di lokasi.
Pemkab Kubu Raya juga merencanakan kegiatan hiburan dan pertunjukan seni secara rutin, khususnya pada malam Minggu. Ruang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kesenian kepada masyarakat.
“Setiap malam minggu kita beri hiburan. Bisa menjadi panggung kreasi anak-anak muda, seni tradisional, tari-tarian, pencak silat, maupun live music,” katanya.
Sujiwo berharap kegiatan kuliner dan hiburan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat. Dengan bertambahnya pengunjung, pelaku UMKM diharapkan memperoleh kesempatan memperluas pasar dan meningkatkan aktivitas usahanya.
Ditargetkan Beroperasi Menjelang Natal dan Tahun Baru
Pemkab Kubu Raya menargetkan penataan Pujasera selesai pada akhir Desember 2026. Pemerintah daerah berharap kawasan tersebut dapat mulai beroperasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Target saya sebagai Bupati, Pujasera ini di akhir bulan Desember harus sudah operasional. Saya minta Sekda dan perangkat daerah terkait untuk berkolaborasi,” tegasnya.
Sujiwo meminta sekretaris daerah dan perangkat daerah terkait segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta pemerintah desa. Percepatan pelaksanaan diperlukan agar anggaran yang telah tersedia dapat segera direalisasikan dan pekerjaan tidak mengalami penundaan.
Terintegrasi dengan Taman dan Fasilitas Susur Sungai
Penataan Pasar Kakap direncanakan tidak berhenti pada pembangunan Pujasera. Kawasan tersebut akan dikembangkan secara bertahap dengan mengintegrasikan fasilitas taman, penerangan, kebersihan, serta rencana aktivitas susur sungai.
Pemerintah daerah berharap pengembangan tersebut menjadikan Pasar Kakap sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga untuk berkumpul, beraktivitas, dan menikmati berbagai kegiatan sosial.
“Ini aset pemerintah kabupaten, dibangun menggunakan uang rakyat dan uang negara. Ketika kita sudah mengeluarkan anggaran, tidak boleh terhenti. Tujuan kita adalah agar aset-aset yang terbengkalai bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Sujiwo mengatakan Kecamatan Sungai Kakap membutuhkan ruang publik yang dapat diakses masyarakat. Karena itu, kawasan Pasar Kakap diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan warga melalui keberadaan Pujasera, taman, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Yang tidak kalah penting, Kecamatan Sungai Kakap ini satu-satunya kecamatan yang belum mempunyai ruang publik. Maka di sinilah ruang publiknya,” katanya.
Melalui revitalisasi tersebut, Pemkab Kubu Raya berharap aset daerah dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Keberhasilan pengembangan kawasan juga diharapkan didukung keterlibatan pemerintah desa, pemuda, dan pelaku UMKM, sehingga manfaatnya tidak hanya berupa perbaikan fisik, tetapi juga peningkatan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
