Jumat, 06 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Wagub Kalbar Minta PT MAS Perhatikan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Masyarakat Sanggau

✍️ Dewi Lestari 🕒 06 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan saat meresmikan kembali operasional pabrik PT MAS di Desa Rahayu, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kamis (5/11/2026).
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan saat meresmikan kembali operasional pabrik PT MAS di Desa Rahayu, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kamis (5/11/2026). Foto: istimewa

kalbar24.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, meminta PT Mitra Austral Sejahtera (PT MAS) membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta menjalankan kewajiban perusahaan secara bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan kembali operasional pabrik PT MAS di Desa Rahayu, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kamis (5/11/2026).

Perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit tersebut kembali menjalankan aktivitas produksi setelah dua tahun berhenti beroperasi. Peresmian ditandai dengan ritual adat pecah kendi dan pelepasan truk perdana pengangkut Crude Palm Oil (CPO).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sanggau, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, jajaran manajemen dan karyawan PT MAS, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa keberadaan perusahaan di suatu daerah harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh perusahaan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kesejahteraan warga.

“Prinsip yang selalu saya sampaikan kepada investor adalah investasi ditukar dengan kesejahteraan. Bukan hanya investornya yang untung, tetapi masyarakat di sekitarnya juga harus sejahtera. Itulah tujuan investasi yang berhasil,” tegas Krisantus.

Ia meminta manajemen PT MAS menghormati kearifan lokal dan melibatkan diri dalam kehidupan sosial masyarakat. Hubungan baik antara perusahaan dan warga dinilai penting untuk menciptakan suasana kondusif bagi keberlangsungan kegiatan usaha.

Krisantus juga mengingatkan perusahaan agar mengantisipasi potensi konflik, terutama yang berkaitan dengan persoalan lahan. Ia mendorong setiap permasalahan diselesaikan melalui komunikasi terbuka dan musyawarah sebelum berkembang menjadi perselisihan yang lebih besar.

Selain itu, perusahaan diminta mematuhi seluruh kewajiban berdasarkan peraturan perundang-undangan, baik ketentuan pemerintah pusat maupun peraturan daerah.

Pada bidang ketenagakerjaan, Krisantus menyoroti pentingnya memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah untuk mengisi posisi pekerjaan sesuai kompetensi, keahlian, dan latar belakang pendidikan.

Ia menilai tenaga kerja lokal yang memiliki pendidikan tinggi perlu memperoleh peluang untuk mengembangkan kemampuan dan menduduki jabatan yang sesuai dengan keahliannya.

“Di Sanggau ini banyak anak sarjana pertanian yang bekerja memegang dodos. Kita ingin the right man on the right place. Mereka sudah menempuh pendidikan tinggi, tentu harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menduduki posisi sesuai kompetensinya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Krisantus turut meminta perusahaan mengarahkan program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) pada kebutuhan masyarakat yang memberikan manfaat jangka panjang.

Salah satu hal yang disorot adalah kebutuhan perbaikan tiga ruang kelas sekolah dasar di kawasan Modah. Ia berharap perusahaan dapat mempertimbangkan kondisi tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan program CSR.

“Gunakan CSR untuk sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Misalnya, ada ruang kelas sekolah yang ambruk, itu bisa dibantu. Program CSR harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” pesannya.

Krisantus menyambut baik kembali beroperasinya PT MAS setelah dua tahun tidak melakukan kegiatan produksi. Ia berharap aktivitas perusahaan dapat memberikan kontribusi bagi daerah sekaligus membuka kembali peluang pemasaran hasil perkebunan masyarakat, baik dari kebun mandiri maupun kebun plasma.

“Selamat atas beroperasinya kembali PT MAS. Kita berharap aktivitas perusahaan ini memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia, Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sanggau. Masyarakat juga tidak lagi kesulitan menjual hasil kebunnya, baik kebun mandiri maupun plasma,” katanya.

Kepada koperasi yang menjadi mitra perusahaan, Krisantus berpesan agar pengelolaannya dilakukan secara profesional dan mengutamakan kepentingan anggota. Ia mengingatkan koperasi agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan pengurus, tetapi benar-benar memperjuangkan kesejahteraan para anggotanya.

Kembalinya operasional PT MAS diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara perusahaan, pemerintah daerah, koperasi, dan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan investasi tersebut tidak hanya mendukung kegiatan usaha, tetapi juga memberikan manfaat bagi warga di sekitar wilayah operasional.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update