Pemprov Kalbar Dorong BUMDes Pasarkan Produk Unggulan UMKM Desa
kalbar24.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong penguatan usaha ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan kualitas produk lokal dan perluasan akses pemasaran. Salah satu langkah yang diupayakan adalah memperkuat kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Fasilitasi Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Pemerintah Desa untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Desa di Wisma Chandramidi, Mempawah, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalbar bersama TP PKK Provinsi Kalbar itu mengusung tema "Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Produk Unggulan Desa dan Perluasan Pasar".
Bupati Mempawah sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Erlina, mengatakan setiap desa memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Sejumlah potensi tersebut antara lain budidaya jahe dan ikan nila, penggilingan padi, peternakan ayam dan bebek, hingga produk olahan pangan seperti amplang, kerupuk ikan, rempeyek, dan nugget ikan nila.
"Potensi ini sangat besar, dan tugas kita bersama adalah memastikan potensi tersebut tumbuh menjadi kegiatan ekonomi yang nyata bagi keluarga dan desa," ujar Erlina.
Menurutnya, pengembangan produk unggulan desa perlu diikuti peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha. Kualitas produk, kemasan, merek, serta strategi pemasaran menjadi faktor penting agar produk lokal mampu bersaing dan menjangkau konsumen lebih luas.
PKK dan BUMDes Didorong Perkuat UMKM
Erlina menilai kader PKK melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Karena itu, pengurus UP2K didorong memanfaatkan kegiatan fasilitasi tersebut untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha keluarga.
Selain penguatan kapasitas pelaku usaha, Erlina juga menekankan pentingnya sinergi antara BUMDesa dan UMKM. Menurutnya, BUMDesa sebaiknya mengambil peran sebagai agregator dan distributor produk unggulan desa, bukan menjadi pesaing bagi pelaku usaha lokal.
Melalui pembagian peran tersebut, UMKM dapat lebih berkonsentrasi pada proses produksi dan peningkatan mutu. Sementara itu, BUMDesa membantu memperluas pemasaran serta mendukung distribusi produk.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes).
Erlina juga mengingatkan bahwa kualitas produk perlu didukung identitas usaha yang kuat dan strategi promosi yang sesuai perkembangan teknologi.
"Produk yang baik juga perlu didukung kemasan yang menarik, merek yang mudah diingat, serta pemasaran yang memanfaatkan media digital," pungkasnya.
Pengembangan potensi ekonomi desa melalui peningkatan kualitas produk dan penguatan pemasaran diharapkan dapat mendorong usaha masyarakat tumbuh lebih berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi perekonomian desa.
