Pemadaman Bergilir Dikeluhkan Warga, Gubernur Kalbar Desak Perawatan PLTU Bengkayang Dipercepat
kalbar24.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meminta PT PLN mempercepat pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang dari jadwal semula 54 hari menjadi sekitar 25 hari. Langkah ini didorong untuk mengurangi dampak pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan Ria saat meninjau langsung proses pemeliharaan PLTU Bengkayang, Kamis (29/10/2026). Ia berharap pekerjaan perawatan mesin dapat diselesaikan lebih cepat sehingga pasokan listrik kembali stabil sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Masyarakat kan sekarang ribut kenapa listrik ini padam-padam, jadi kita untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat kita terhadap PLN,” tegas Ria.
Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, proses pemeliharaan pembangkit semula membutuhkan waktu hingga 54 hari dengan target penyelesaian pada 5 Desember 2026. Namun, Ria meminta manajemen pembangkit dan PLN mengevaluasi jadwal tersebut agar pekerjaan bisa dituntaskan dalam waktu sekitar 25 hari.
“Kalau bisa di pertengahan November sudah selesai,” tambahnya.
Menurut Ria, percepatan perawatan penting untuk menjaga ketersediaan listrik, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru ketika kebutuhan masyarakat berpotensi meningkat. Pemerintah Provinsi Kalbar juga akan memantau perkembangan pekerjaan agar target pemulihan pasokan dapat tercapai.
Ia menjelaskan, pemadaman bergilir yang terjadi berkaitan dengan proses pemeliharaan menyeluruh atau overhaul mesin pembangkit. Perawatan tersebut merupakan prosedur berkala setelah mesin beroperasi selama tujuh tahun, bukan disebabkan kerusakan sistem secara mendadak.
Ria meminta masyarakat memahami proses pemeliharaan yang sedang berlangsung. Namun, ia menegaskan pengelola pembangkit tetap perlu mengupayakan percepatan agar gangguan terhadap aktivitas warga tidak berlangsung terlalu lama.
Sementara itu, Direktur Operasi PT PLN Indonesia Power, Muhammad Padang Dirgantara, menyambut perhatian Pemprov Kalbar terhadap kondisi kelistrikan di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, PLTU Bengkayang memiliki peran penting dalam menopang pasokan listrik pada Sistem Khatulistiwa. Ketika kedua unit pembangkit beroperasi, kontribusinya mencapai sekitar 12 hingga 14 persen dari kebutuhan listrik pada sistem tersebut.
Dengan kontribusi itu, penyelesaian pemeliharaan PLTU Bengkayang menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat.
Pihak PLN menyatakan akan mengupayakan percepatan pekerjaan agar pembangkit dapat kembali beroperasi dan memberikan kontribusi maksimal. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan layanan sekaligus mengurangi dampak pemadaman bergilir.
Pemprov Kalbar akan terus mengawasi proses pemeliharaan hingga pembangkit kembali beroperasi secara optimal. Pemerintah berharap percepatan pekerjaan dapat terealisasi sehingga masyarakat bisa menikmati pasokan listrik yang lebih stabil menjelang Natal dan Tahun Baru.
