PBN Defisit Rp319 Triliun hingga September 2026, Masih di Bawah Target Tahunan
kalbar24.com - Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp319 triliun hingga akhir September 2026. Angka tersebut setara dengan 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih di bawah target defisit sepanjang tahun sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, defisit merupakan bagian dari desain APBN yang memungkinkan belanja negara lebih besar daripada pendapatan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Suahasil dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Ia menilai pelaksanaan APBN hingga akhir kuartal III 2026 masih berjalan sesuai perencanaan.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pendapatan negara hingga September 2026 tercatat sebesar Rp2.341,5 triliun atau sekitar 74,2 persen dari target tahunan. Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun atau sekitar 69,2 persen dari target.
Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut menyebabkan APBN mengalami defisit Rp319 triliun.
Suahasil memperkirakan realisasi belanja negara akan meningkat pada November dan Desember 2026. Pemerintah berencana mempercepat penyaluran belanja pada akhir tahun dengan tetap menjaga kredibilitas pengelolaan anggaran.
Meski mencatat defisit, nilai tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pada September tahun lalu, defisit APBN mencapai Rp371,5 triliun atau sekitar 1,56 persen terhadap PDB.
Untuk keseluruhan tahun anggaran 2026, pemerintah menetapkan target defisit APBN sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB. Dengan realisasi Rp319 triliun hingga September, defisit masih berada di bawah batas yang direncanakan untuk tahun ini.
