Kementan Perkuat Genetik Sapi untuk Tingkatkan Ekonomi Peternak
kalbar24.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan genetik sapi sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat perekonomian peternak di Indonesia.
Penguatan tersebut disampaikan dalam Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan pengembangan sektor peternakan tidak cukup hanya berorientasi pada kualitas fisik ternak.
Menurutnya, peningkatan produktivitas perlu dibarengi dengan efisiensi usaha, kesehatan hewan, penguatan pasar, serta peningkatan nilai ekonomi yang diterima peternak.
“Pengembangan peternakan tidak hanya berfokus pada menghasilkan ternak dengan kualitas fisik yang baik,” kata Agung.
Ia menambahkan, pemerintah memiliki peran penting dalam membangun ekosistem peternakan, mulai dari peningkatan kualitas dan genetik ternak hingga mendorong kesejahteraan para peternak.
Dalam kegiatan tersebut, Kementan melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang turut memberikan hibah dua ekor sapi kepada APPSI. Masing-masing sapi memiliki bobot sekitar satu ton.
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 sendiri diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Para peternak membawa sapi unggulan yang dihasilkan melalui proses pemeliharaan serta pengembangan bibit.
Ketua MPR sekaligus Ketua Dewan Pembina APPSI Ahmad Muzani mengatakan pengembangan peternakan juga perlu diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan susu nasional.
Menurutnya, APPSI akan mendorong pengembangan sapi perah dengan melibatkan pemerintah daerah serta peternak dari berbagai skala usaha.
Muzani menilai tingginya partisipasi peternak dalam kontes tersebut menunjukkan bahwa sektor peternakan masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
Penguatan kualitas ternak dinilai dapat meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk peternakan dalam negeri.
Dengan pengembangan genetik, efisiensi usaha, dan penguatan pasar, sektor peternakan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi peternak.
