Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Indonesia Berpeluang Jadi Hub Data Center AI di ASEAN, Investasi Capai Rp360 Triliun

✍️ Dewi Lestari 🕒 06 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Gambar dari udara pembangunan data center JKT09 Microsoft di Karawang  Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Peluang RI Tarik Investasi Data Center AI Masih Terbuka", Klik selengkapnya di sini: https://teknologi.bisnis.com/read/20261006/101/2010018/peluang-ri-tarik-investasi-data-center-ai-masih-terbuka?utm_source=chatgpt.com. Penulis : Asa An Yahdiani Editor : Leo Dwi Jatmiko  Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini: Android: http://bit.ly/
Gambar dari udara pembangunan data center JKT09 Microsoft di Karawang Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Peluang RI Tarik Investasi Data Center AI Masih Terbuka", Klik selengkapnya di sini: https://teknologi.bisnis.com/read/20261006/101/2010018/peluang-ri-tarik-investasi-data-center-ai-masih-terbuka?utm_source=chatgpt.com. Penulis : Asa An Yahdiani Editor : Leo Dwi Jatmiko Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini: Android: http://bit.ly/ Foto: istimewa

kalbar24.com — Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan data center berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan ASEAN. Tingginya kebutuhan komputasi AI mendorong minat investasi terhadap infrastruktur digital di Indonesia.

Ekonom Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini mengatakan, besarnya minat investor menunjukkan Indonesia mulai menjadi tujuan yang diperhitungkan untuk pembangunan data center.

Ia menyebut terdapat investasi dengan nilai setara sekitar Rp360 triliun yang tengah membidik Indonesia untuk pengembangan infrastruktur tersebut.

“Indonesia dinilai layak sebagai negara tujuan investasi ketika tidak kurang dari investasi setara Rp360 triliun berebut masuk ke Indonesia,” kata Didik dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Menurut Didik, peluang tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Batam, Jawa Barat, Madura dan Bali. Namun, besarnya potensi investasi perlu diikuti kepastian regulasi dan kebijakan agar rencana tersebut benar-benar dapat direalisasikan.

Saat ini, Indonesia disebut telah memiliki sekitar 182 data center yang beroperasi. Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah terbesar, yakni sekitar 94 unit, sementara Batam memiliki sekitar 16 unit.

Batam Berpeluang Jadi Hub Data Center

Batam menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki prospek besar dalam pengembangan data center. Nilai rencana investasinya diperkirakan mencapai US$15 miliar hingga US$20 miliar, dengan target kapasitas nasional sekitar 1,3 gigawatt.

Didik menilai posisi Batam cukup strategis karena pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai sekitar 7 persen. Selain itu, keterbatasan lahan dan energi di Singapura membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil sebagian kebutuhan infrastruktur digital kawasan.

“Batam bisa menjadi hub data center utama kawasan karena Singapura mulai membatasi pembangunan baru karena keterbatasan lahan dan energi,” ujarnya.

Peluang tersebut juga terlihat dari ekspansi perusahaan data center yang mulai membangun fasilitas berkapasitas besar di Indonesia.

Salah satunya adalah BDx Data Centers yang pada September 2026 memulai pembangunan AI Campus 2 atau CGK4 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas 640 megawatt dengan dukungan daya 845 MVA dari PLN. BDx Indonesia sendiri merupakan perusahaan patungan yang melibatkan BDx Data Centers, Indosat Ooredoo Hutchison dan Lintasarta.

Namun, proyek tersebut kemudian menghadapi persoalan setelah pemerintah daerah menghentikan pembangunan. Sejumlah persoalan yang mencuat berkaitan dengan aspek lingkungan dan kebutuhan pasokan air.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kepastian kebijakan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor dalam menentukan lokasi pembangunan data center.

AI Dorong Kebutuhan Infrastruktur Digital

Di sisi lain, perkembangan AI turut membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan teknologi AI berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dunia sekaligus membuka ruang baru bagi Indonesia.

Indonesia juga mencatat pertumbuhan pendapatan dari fitur berbasis AI yang kuat. Pada semester I 2025, pendapatan dari fitur AI di Indonesia disebut tumbuh 127 persen secara tahunan.

Ekonomi digital Indonesia juga telah mendekati nilai US$100 miliar berdasarkan Gross Merchandise Value (GMV) dan menjadi yang terbesar di ASEAN.

Besarnya basis pengguna internet turut memperkuat kebutuhan terhadap infrastruktur digital. Indonesia memiliki sekitar 235 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi sekitar 81 persen.

Pemerintah kemudian mengarahkan pengembangan data center, AI dan industri semikonduktor sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan meningkatnya kebutuhan komputasi AI serta keterbatasan lahan dan energi di sejumlah negara tetangga, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pusat data center di ASEAN.

Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan dukungan regulasi yang konsisten agar minat investasi dapat berubah menjadi pembangunan infrastruktur digital secara nyata.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update