HUT ke-81 TNI 5 Oktober 2026, Begini Sejarah Hari Lahir TNI
kalbar24.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 pada 5 Oktober 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pembentukan tentara kebangsaan Indonesia sejak masa awal kemerdekaan.
Tanggal 5 Oktober diperingati sebagai hari lahir TNI karena bertepatan dengan pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, sekitar satu bulan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Meski nama Tentara Nasional Indonesia baru ditetapkan secara resmi pada 3 Juni 1947, tanggal pembentukan TKR tetap dipertahankan sebagai hari lahir TNI.
Berawal dari BKR
Sejarah organisasi pertahanan Indonesia bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Saat itu, BKR belum berstatus sebagai tentara resmi. Organisasi tersebut menjadi wadah masyarakat yang ikut membantu menjaga keamanan di berbagai daerah dalam situasi awal kemerdekaan yang masih penuh ketidakpastian.
Seiring meningkatnya ancaman terhadap kemerdekaan, pemerintah kemudian membentuk kekuatan militer yang lebih terorganisasi.
Pada 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat atau TKR. Pembentukan TKR inilah yang kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah lahirnya TNI.
Perubahan organisasi kembali terjadi pada 23 Januari 1946. TKR berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).
Pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, selain tentara reguler juga terdapat berbagai laskar dan kelompok perjuangan rakyat. Pemerintah kemudian berupaya menyatukan berbagai kekuatan tersebut dalam satu organisasi pertahanan nasional.
TNI Resmi Dibentuk
Presiden Soekarno kemudian mengesahkan pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947.
Pembentukan TNI menjadi langkah penting dalam menyatukan berbagai kekuatan bersenjata ke dalam satu institusi pertahanan nasional.
Dalam perjalanan sejarahnya, struktur organisasi militer Indonesia kembali mengalami perubahan. Pada 1962, TNI dan Polri digabungkan dalam satu organisasi bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Struktur tersebut bertahan hingga era Reformasi. Pada 1 April 1999, TNI dan Polri secara resmi dipisahkan kembali.
Setelah pemisahan tersebut, TNI kembali menjalankan tugas utamanya di bidang pertahanan negara.
Saat ini, TNI terdiri atas tiga matra, yaitu TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Karena itu, peringatan HUT TNI setiap 5 Oktober bukan semata-mata merujuk pada saat nama TNI pertama kali digunakan. Tanggal tersebut berkaitan dengan pembentukan TKR pada 5 Oktober 1945 yang menjadi salah satu tonggak awal terbentuknya kekuatan tentara kebangsaan Indonesia.
Pada HUT ke-81 tahun 2026, perjalanan dari BKR, TKR, TRI, TNI, kemudian ABRI dan kembali menjadi TNI menjadi bagian penting dalam mengenang perkembangan institusi pertahanan Indonesia.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingat perjalanan sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
