Zulfydar Klarifikasi Kader PAN dalam Insiden Aksi di Tugu Digulis Pontianak
kalbar24.com – Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, memberikan klarifikasi terkait keterlibatan seorang kader berinisial HN dalam insiden yang terjadi saat penyampaian aspirasi di kawasan Kantor Gubernur Kalbar dan Bundaran Tugu Digulis, Pontianak.
Zulfydar menyayangkan terjadinya aksi kekerasan di tengah penyampaian pendapat di muka umum. Ia mengingatkan agar aspirasi masyarakat disampaikan dengan tertib dan tidak berujung pada tindakan anarkis.
Terkait HN yang disebut dalam pemberitaan, Zulfydar menegaskan bahwa kehadiran yang bersangkutan dalam aksi tersebut, menurut penjelasan yang diterimanya, bukan untuk mewakili PAN.
“Saya hanya membaca dan melihat perkembangan di media sosial berkaitan dengan kejadian, baik di Kantor Gubernur maupun di Digulis. Ada beberapa nama yang disebut dalam pemberitaan. Karena itu, saya ingin mengklarifikasi posisi yang bersangkutan,” ujarnya.
Zulfydar mengaku belum mengetahui secara langsung kronologi kejadian karena saat insiden berlangsung, dirinya berada di Medan untuk membuka Kejuaraan Nasional Bola Tangan Indonesia.
Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan HN untuk meminta penjelasan. Berdasarkan keterangan HN kepadanya, kader PAN tersebut mengaku menjadi korban pemukulan dalam insiden itu.
“HN anggota PAN kami. Dia ikut dalam tergabung dalam aliansi masyarakat. Jadi bukan kapasitasnya sebagai anggota partai, dan dia juga korban,” ungkap Zulfydar, mengulang keterangan HN.
Menurut Zulfydar, HN menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam aksi dilatarbelakangi keresahan atas informasi mengenai potensi kerusuhan di Kalimantan Barat.
HN, berdasarkan penuturan tersebut, bersama sejumlah warga berupaya mencegah situasi berkembang menjadi kekacauan. Namun, ia mengaku sempat terlibat ketegangan setelah merasa dipukul ketika berbicara dengan orator aksi di Bundaran Tugu Digulis.
HN membantah melakukan kekerasan terhadap mahasiswa. Ia disebut justru ingin mencegah aksi berujung anarkis dan mengakibatkan kerusakan fasilitas umum.
Meski demikian, Zulfydar menegaskan bahwa seluruh penjelasan tersebut merupakan keterangan dari HN dan belum menggambarkan secara utuh kronologi insiden.
HN Disebut Siap Mundur dari Organisasi
Zulfydar juga menyampaikan bahwa HN merasa dirugikan apabila keterlibatannya dalam insiden tersebut dikaitkan dengan statusnya sebagai kader PAN. Menurut penjelasan yang diterimanya, HN mengikuti aksi sebagai anggota masyarakat dan tidak membawa atribut partai.
HN bahkan disebut menyatakan kesediaannya untuk mengundurkan diri apabila kehadirannya dalam peristiwa tersebut dianggap merusak citra organisasi.
“Dia menyampaikan siap mundur jika dianggap merusak citra organisasi. Namun, yang perlu saya luruskan, berdasarkan penjelasannya, saat kejadian dia hadir sebagai anggota masyarakat, bukan mewakili partai,” kata Zulfydar.
Untuk mengetahui kejadian sebenarnya, HN disebut sedang berupaya mengumpulkan informasi, termasuk kemungkinan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV milik pemerintah.
Klaim mengenai pihak yang melakukan pemukulan maupun pihak yang menjadi korban masih perlu ditelusuri melalui bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait.
Zulfydar mengatakan akan terus mengikuti perkembangan persoalan tersebut, baik dari sisi mahasiswa maupun masyarakat yang terlibat. Ia berharap semua pihak dapat menyampaikan keterangan berdasarkan fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Saya akan terus memantau perkembangan situasi ini, baik dari hulu maupun hilirnya,” pungkasnya.
