Wagub Kalbar Tutup Prayer Gathering Nasional 2026, Soroti Peran Ibu dan Pengawasan Digital Anak
kalbar24.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan pentingnya peran perempuan dalam membentuk karakter generasi muda serta pendampingan orang tua dalam penggunaan teknologi digital saat menutup Prayer Gathering Nasional ke-V Tahun 2026 di Hotel Orchardz Gajahmada Pontianak, Jumat (9/10/2026).
Krisantus mengatakan, keluarga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk mempelajari nilai-nilai kebaikan, menghormati orang lain, serta membangun karakter dan tanggung jawab. Karena itu, peran ibu dinilai penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.
“Ibu-ibu memiliki peran yang sangat strategis. Di tangan ibu-ibu, anak-anak pertama kali belajar tentang kehidupan, mengenal kebaikan, membangun karakter, dan memahami bagaimana menghormati orang lain,” kata Wagub.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua ketika anak menggunakan telepon genggam maupun mengakses informasi melalui internet. Menurutnya, teknologi digital dapat memberikan manfaat bagi pendidikan dan pengembangan pengetahuan jika digunakan secara bijak.
“Teknologi ini memiliki banyak manfaat kalau kita menggunakannya secara bijak. Kita bisa belajar berbagai hal, memperoleh informasi, dan menambah pengetahuan. Tetapi kita juga harus mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar,” jelasnya.
Krisantus berharap orang tua turut mengawasi aktivitas digital anak agar teknologi dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan produktif.
“Saya berharap para orang tua memperhatikan penggunaan teknologi oleh anak-anak. Dampingi mereka, ajarkan cara menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat, dan pastikan mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah,” imbuhnya.
Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus mengapresiasi peserta Jaringan Doa Wanita dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti rangkaian Prayer Gathering Nasional ke-V Tahun 2026 di Kalimantan Barat.
Ia berharap pertemuan nasional tersebut tidak hanya menjadi wadah berkumpul dan berdoa, tetapi juga memperkuat hubungan persaudaraan yang berlanjut setelah kegiatan selesai.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk hadir di Kalbar. Walaupun berasal dari daerah yang berbeda, kita dapat berkumpul dalam suasana persaudaraan. Saya berharap kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi pengalaman baik yang dibawa kembali ke daerah masing-masing,” ungkapnya.
Wagub juga mengajak peserta untuk menjaga kerukunan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama di tengah keberagaman masyarakat.
“Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam. Karena itu, kita harus saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah belah. Kebersamaan harus terus kita rawat,” tegasnya.
Menurut Krisantus, pendidikan karakter perlu dimulai sejak dini melalui perhatian dan pembinaan keluarga. Pendampingan tersebut diharapkan membantu anak tumbuh dengan bekal pendidikan, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan yang berlangsung di Pontianak itu turut dihadiri Wakil Bupati Landak serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat atau perwakilannya.
Menutup sambutannya, Krisantus berharap nilai-nilai spiritual, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
