Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Olahraga
Olahraga

Veddriq Leonardo Evaluasi Asian Games 2026, Atlet Asal Pontianak Bidik Target Berikutnya

✍️ Dewi Lestari 🕒 02 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria
Atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria Foto: istimewa

kalbar24.com – Atlet panjat tebing asal Pontianak, Kalimantan Barat, Veddriq Leonardo memetik pelajaran dari persaingannya pada nomor speed putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Bersama Aditya Tri Syahrian, Veddriq menjadikan hasil kompetisi tersebut sebagai bahan evaluasi menghadapi persaingan internasional berikutnya.

Persaingan nomor speed putra berlangsung ketat karena perbedaan waktu yang sangat tipis dapat menentukan hasil pertandingan. Veddriq menilai persaingan di kawasan Asia kini semakin merata.

“Iya, cukup ketat. Inilah speed, banyak faktor dan variabel yang menentukan hasil. Proses kami sudah maksimal, latihan juga sudah kami lakukan beberapa kali, termasuk simulasi dengan catatan waktu terbaik,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

Pada pertandingan tersebut, Aditya berhasil melaju hingga final nomor speed putra. Ia mencatat waktu 4,786 detik pada semifinal untuk mengamankan tempat di partai puncak. Sementara Veddriq harus menghentikan langkahnya di semifinal setelah mencatat waktu 4,95 detik.

Di final, Aditya mengalami false start sehingga gagal menyumbangkan medali. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari evaluasi bagi atlet yang menjalani debutnya di Asian Games tersebut.

Veddriq yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 mengatakan, Asian Games menjadi bagian dari proses menuju target yang lebih besar. Ia ingin menggunakan pengalaman di Aichi-Nagoya untuk meningkatkan kemampuan menghadapi agenda internasional berikutnya.

“Persaingan sekarang juga sudah semakin merata, terutama di level Asia, setelah Asian Games ini selesai, kami harus mencari fokus baru lagi. Selanjutnya tentu menuju target berikutnya, termasuk Olimpiade,” kata atlet asal Pontianak, Kalimantan Barat tersebut.

Menurut Veddriq, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan oleh Tim Indonesia. Evaluasi dari pertandingan di Jepang diharapkan dapat menjadi dasar untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

“Insyaallah, semoga Tim Indonesia semakin bisa meng-upgrade diri. Masih banyak hal yang perlu kami tingkatkan,” ujarnya.

False Start Jadi Evaluasi Aditya

Sementara itu, Aditya menilai pengalaman bertanding di Asian Games menjadi pelajaran penting dalam perkembangan kariernya. Ia berupaya menjaga ketenangan dan kepercayaan diri ketika menghadapi persaingan di nomor speed.

“Benar kata Bang Veddriq, semua variabel dalam speed itu banyak sekali. Saya pikir tadi saya sudah berusaha untuk tetap tenang, percaya diri dan yakin," ucapnya.

Aditya mengakui false start yang terjadi di final menjadi pengalaman yang akan digunakannya untuk memperbaiki pengelolaan diri ketika menghadapi tekanan dalam pertandingan.

“Saya melakukan false start hanya dalam sepersekian detik, menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk ke depannya. Ingin bisa menjadi lebih baik lagi, terutama dalam hal pengelolaan diri,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Aditya untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Ia bertekad melakukan evaluasi agar dapat tampil lebih baik pada pertandingan mendatang.

“Tentu bakal menjadi lecutan. Tahun depan kami harus bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Bagi Veddriq dan Aditya, persaingan di Aichi-Nagoya menjadi bagian dari proses untuk meningkatkan kemampuan. Hasil dan pengalaman yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi sebelum keduanya kembali menghadapi agenda olahraga internasional berikutnya.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update