Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Upaya Erlina Memperkuat Ketahanan Pangan Kalbar Lewat Gerakan PKK dan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

✍️ Yansen Gunawan 🕒 13 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Upaya Erlina Memperkuat Ketahanan Pangan Kalbar Lewat Gerakan PKK
Upaya Erlina Memperkuat Ketahanan Pangan Kalbar Lewat Gerakan PKK Foto: rri.co.id

Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki peran sentral dan strategis dalam menjaga serta meningkatkan ketahanan pangan masyarakat mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Hal tersebut ditegaskan oleh Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina, saat membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Pembinaan Ketahanan Pangan Keluarga yang diselenggarakan di Hotel Nusantara, Pontianak.

Dalam forum tersebut, Erlina menyampaikan arahan krusial mengenai pentingnya pergerakan masif kader PKK di seluruh wilayah Kalimantan Barat untuk mengoptimalkan potensi lokal. Langkah ini dinilai sangat efektif dalam menghadapi ancaman krisis pangan global sekaligus memperkokoh pondasi ekonomi dan kesehatan keluarga.

PKK dianggap sebagai motor penggerak yang berhadapan langsung dengan dinamika kehidupan rumah tangga harian. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas kader dalam mengelola, menyediakan, serta memanifestasikan program ketahanan pangan keluarga menjadi prioritas mendesak yang harus dieksekusi secara nyata dan berkelanjutan dari tingkat provinsi hingga akar rumput di desa-desa.

Erlina menyoroti bahwa ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan beras atau bahan pokok semata, melainkan mencakup aksesibilitas keluarga terhadap pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman, serta terjangkau. Salah satu langkah terobosan yang terus didorong oleh TP PKK Kalimantan Barat adalah optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga melalui program Aku Hati-nya PKK (Amalkan dan Lestari-kan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman).

Melalui pemanfaatan pekarangan, setiap rumah tangga diharapkan mampu secara mandiri memproduksi kebutuhan pangan harian seperti sayur-mayur, buah-buahan, rempah-rempah, hingga budidaya ikan atau unggas skala kecil. Hal ini tidak hanya memangkas pengeluaran belanja harian keluarga, tetapi juga menjamin ketersediaan bahan pangan segar yang bebas dari pestisida berbahaya.

Dalam sambutannya, Erlina menyampaikan poin-poin utama yang menjadi landasan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Ia menegaskan pentingnya konsistensi seluruh pengurus dan kader dalam menjalankan program kerja yang telah dirancang.

"PKK memiliki jaringan hingga tingkat dasawisma yang bersentuhan langsung dengan keluarga. Potensi besar ini harus kita optimalkan untuk mendorong kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga," kata Erlina.

Erlina menambahkan bahwa sektor pangan dan kesehatan keluarga saling berkelindan secara langsung. Ketersediaan pangan yang memadai dan bergizi di tingkat rumah tangga merupakan benteng utama dalam mencegah berbagai masalah tumbuh kembang anak, salah satunya adalah stunting yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pusat.

"Ketahanan pangan keluarga yang kuat akan berbanding lurus dengan penurunan angka stunting. Jika keluarga mampu menyediakan makanan bergizi seimbang untuk anak-anaknya, kita sedang menyiapkan generasi masa depan Kalbar yang sehat dan berkualitas," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam konteks diversifikasi pangan, Erlina mengajak masyarakat Kalimantan Barat untuk tidak bersandar penuh pada satu jenis bahan pangan pokok saja. Kalimantan Barat kaya akan ragam komoditas lokal seperti singkong, keladi, pisang, dan jagung yang dapat diolah menjadi aneka hidangan bergizi tinggi serta bernilai ekonomi jika dikemas dengan kreatif dan inovatif.

"Kita perlu mengubah mindset bahwa makan kenyang itu tidak harus selalu nasi. Bahan pangan lokal kita sangat melimpah dan memiliki kandungan gizi yang tidak kalah baiknya. Ini yang harus terus kita sosialisasi dan praktikkan di rumah tangga," tegasnya.

Pelatihan Pembinaan Ketahanan Pangan Keluarga ini dihadiri oleh para pengurus TP PKK kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, perwakilan dinas terkait, serta para narasumber dan pakar di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Melalui pembekalan materi serta praktik langsung selama pelatihan, para peserta diharapkan dapat menularkan ilmu dan keterampilan yang didapat kepada para kader di wilayah masing-masing.

Ketahanan pangan keluarga di Kalimantan Barat terus menghadapi tantangan multidimensi, mulai dari perubahan iklim yang memengaruhi musim tanam, fluktuasi harga bahan pokok di pasar, hingga tantangan distribusi logistik antar wilayah geografis yang cukup luas. Kondisi ini menuntut kolaborasi lintas sektor yang kokoh, di mana PKK menjadi jembatan penghubung antara kebijakan pemerintah dan implementasi nyata di tengah masyarakat.

Selama ini, TP PKK Kalbar telah bermitra erat dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat. Bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan bibit tanaman, benih ikan, sarana prasarana penunjang pekarangan pangan lestari, hingga pelatihan pengolahan pascapanen bagi kelompok wanita tani dan kader PKK di daerah.

Selain berdampak langsung pada asupan gizi dan kesehatan, optimalisasi ketahanan pangan berbasis pekarangan dan olahan pangan lokal juga terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif berbasis rumah tangga. Produk-produk olahan pangan lokal yang diproduksi oleh kader PKK kerap kali mampu menembus pasar lokal dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Pembinaan Ketahanan Pangan Keluarga ini, TP PKK Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program ketahanan pangan secara bertahap dan terukur. Harapan resminya, setiap rumah tangga di bumi Khatulistiwa mampu berdiri mandiri secara pangan, memiliki daya tahan terhadap gejolak ekonomi, serta melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi buruk.

YG
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update