Upah 300 Pekerja Sekolah Rakyat Pontianak Tertunggak Rp2,2 Miliar
kalbar24.com – Tuntutan pembayaran upah sebesar Rp2,2 miliar disampaikan 300 pekerja proyek Sekolah Rakyat di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (27/10/2026). Para pekerja mengaku belum menerima upah selama Agustus hingga Oktober 2026.
Mereka mendatangi lokasi proyek di Jalan Flora, Pontianak Utara, untuk meminta kepastian pembayaran dari perusahaan BUMN yang disebut sebagai PT W.
Koordinator aksi, Sugiyanto, mengatakan para pekerja merasa dirugikan oleh ketidakpastian jadwal pembayaran yang terus mereka nantikan.
“Kami merasa diberikan janji palsu oleh pihak perusahaan. Kami datang ke sini untuk menuntut gaji kami. Totalnya Rp2,2 miliar untuk 300 orang pekerja,” ujarnya.
Menurut Sugiyanto, informasi yang diterima dari pihak lapangan menyebutkan dana upah telah tersedia. Namun, ketika para pekerja menghubungi kantor perusahaan, mereka justru mendapat keterangan bahwa dana belum cair.
Perbedaan informasi tersebut membuat pekerja mempertanyakan kejelasan mekanisme pembayaran dan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya.
Persoalan ini berlangsung di tengah pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program pemerintah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Proyek fisik Sekolah Rakyat Pontianak disebut memiliki anggaran sekitar Rp231,8 miliar yang bersumber dari APBN.
Sampai berita ini disusun, penyebab keterlambatan pembayaran dan jadwal pelunasan belum dijelaskan secara resmi dengan memadai. Para pekerja menunggu penyelesaian atas tuntutan upah yang mereka sampaikan.
