Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Tak Kebagian Bantuan Karhutla Presiden, Pemkab Sanggau Layangkan Surat Keberatan ke Istana dan BNPB

✍️ Dewi Lestari 🕒 16 Sep 2026 👁️ 6x dibaca
Tak Kebagian Bantuan Karhutla Presiden, Pemkab Sanggau Layangkan Surat Keberatan ke Istana dan BNPB
Tak Kebagian Bantuan Karhutla Presiden, Pemkab Sanggau Layangkan Surat Keberatan ke Istana dan BNPB Foto: Istimewa

Kalbar24.com — Pemerintah Kabupaten Sanggau menyatakan rasa kecewa lantaran tidak masuk dalam daftar penerima dana hibah bantuan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun anggaran 2026 dari Presiden Prabowo Subianto. Sebagai bentuk protes resmi, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla yang juga Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, memerintahkan BPBD setempat untuk segera bersurat kepada Presiden, Kepala BNPB, dan Gubernur Kalbar.

Keheranan tersebut muncul mengingat Sanggau merupakan wilayah strategis perbatasan negara yang telah dua kali menetapkan status tanggap darurat karhutla pada tahun ini.

“Dalam list itu Sanggau tidak dapat bantuan. Padahal Sanggau sudah dua kali menetapkan status tanggap darurat. Apalagi wilayah kita merupakan wilayah perbatasan dengan negara Malaysia yang isunya menjadi isu nasional,” kata Susana usai rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sekadau, Rabu (16/9/2026).

Tekanan Efisiensi Anggaran Daerah

Susana mengungkapkan bahwa ketiadaan bantuan dana hibah pusat di tengah efisiensi APBD sangat menyulitkan penanganan operasional pemadaman dan penanggulangan kabut asap di lapangan.

“Kalau kecewa pasti kecewa, mengingat bantuan itu sangat kita butuhkan untuk penanganan bencana Karhutla di wilayah kita. Apalagi saat ini kita sedang melakukan efisiensi anggaran, sehingga menyulitkan kita mencari anggaran untuk menangani Karhutla beserta dampaknya yang menimbulkan kabut asap,” ungkapnya.

Guna mengatasi keterbatasan ini, Susana memerintahkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sanggau untuk mempertanyakan alasan pengabaian tersebut sekaligus menyusun pengajuan kebutuhan sarana dan prasarana darurat.

“Saya minta kepada BPBD segera mengusulkan kepada Pemerintah Pusat sarana dan prasarana serta peralatan yang dibutuhkan dalam menangani Karhutla di Kabupaten Sanggau,” tegasnya.

Susana juga meminta dukungan dari pemerintah tingkat provinsi untuk ikut memperjuangkan kebutuhan Sanggau ke tingkat pusat.

“Kepada Pemerintah Provinsi juga saya minta segera diusulkan, mengingat kita tidak mendapatkan bantuan Presiden,” pungkasnya.

Rincian Hibah Rp130 Miliar untuk 10 Daerah di Kalbar

Sebagai pembanding, Pemerintah Pusat menyalurkan total alokasi dana bantuan karhutla kepada 10 kabupaten/kota di Kalimantan Barat yang terbagi dalam tiga kategori tingkat keparahan dampak:

  • Kategori Sedang (Rp10 Miliar/Daerah): Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi.

  • Kategori Parah (Rp15 Miliar/Daerah): Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Kabupaten Bengkayang.

  • Kategori Sangat Parah (Rp20 Miliar/Daerah): Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Ketapang.

Sementara itu, Kabupaten Sanggau bersama tiga daerah lainnya di Kalbar sama sekali tidak tercantum dalam skema alokasi bantuan hibah karhutla 2026 tersebut.

 

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update