Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Sumur Bor di Bansir Darat Pontianak Disiapkan untuk Atasi Karhutla dan Kekeringan

✍️ Dewi Lestari 🕒 29 Sep 2026 👁️ 4x dibaca
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto (kedua kiri) bersama Kadis Pekerjaan Umum Kota Pontianak Firayanta (kiri) dan Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah (kanan) meninjau tangki penampungan air bersih dan sumur bor saat peresmian di Gang Cahaya Baru, Jalan Parit Haji Husin 2, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (29/9/2026)
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto (kedua kiri) bersama Kadis Pekerjaan Umum Kota Pontianak Firayanta (kiri) dan Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah (kanan) meninjau tangki penampungan air bersih dan sumur bor saat peresmian di Gang Cahaya Baru, Jalan Parit Haji Husin 2, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (29/9/2026) Foto: istimewa

Kalbar24.com-Pembangunan sumur bor di kawasan Parit Cahaya Baru, Kelurahan Bansir Darat, Pontianak, diarahkan untuk memperkuat ketersediaan sumber air dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain membantu petugas pemadam, fasilitas tersebut berpotensi digunakan masyarakat ketika menghadapi kondisi kekeringan.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan pemilihan lokasi sumur bor mempertimbangkan kondisi kawasan yang termasuk wilayah rawan karhutla. Ketersediaan sumber air di lokasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman apabila terjadi kebakaran.

"Ini salah satu titik hotspot yang ada di Kota Pontianak. Tentunya dapat meminimalisir sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh Damkar, baik Damkar pemerintah kota maupun Damkar swasta," kata Endang.

Di luar fungsi untuk mendukung pemadaman, sumur bor tersebut juga memiliki potensi manfaat bagi warga di sekitarnya. Lokasinya yang berdekatan dengan tempat ibadah memungkinkan air digunakan untuk sejumlah kebutuhan, seperti wudhu dan mandi.

Namun, pemanfaatan air untuk kebutuhan masyarakat masih menunggu hasil pemeriksaan. Meski air yang keluar dari sumur terlihat bersih secara kasatmata, kualitasnya belum dapat dipastikan sebelum dilakukan kajian lebih lanjut.

“Bisa jadi. Tadi disampaikan oleh Bapak Kepala Dinas, ini akan dikaji dengan Untan selaku tenaga ahli,” ujarnya.

Kajian tersebut akan melibatkan tenaga ahli Universitas Tanjungpura (Untan) untuk mengetahui kualitas air serta kemungkinan pengolahan sebelum digunakan secara lebih luas. Pemeriksaan juga diperlukan untuk melihat potensi pemanfaatan air ketika masyarakat mengalami kekurangan air.

Pemerintah Kota Pontianak sendiri berencana memperluas pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah yang memiliki risiko karhutla. Kepala Dinas PUPR Kota Pontianak Firayanta mengatakan terdapat sembilan titik yang direncanakan dibangun tahun ini.

Sembilan lokasi tersebut akan tersebar masing-masing di Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara, dengan alokasi tiga titik pada setiap kecamatan.

Untuk kawasan Bansir Darat, pemerintah masih membuka kemungkinan menambah titik sumur bor. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan hasil kajian mengenai potensi dan ketersediaan sumber air di kawasan tersebut.

Penentuan lokasi pengeboran nantinya melibatkan tenaga ahli Untan. Pemerintah menggunakan metode geolistrik untuk mengidentifikasi titik yang memiliki potensi sumber air sebelum kegiatan pengeboran dilakukan.

Dengan demikian, pembangunan sumur bor tidak hanya dipersiapkan sebagai bagian dari infrastruktur pendukung penanganan karhutla. Jika hasil kajian menunjukkan kualitas air memenuhi persyaratan, fasilitas tersebut juga dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat, terutama ketika terjadi kekeringan.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update