Sabtu, 31 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun Disiapkan Pemerintah, 33,24 Juta Keluarga Jadi Sasaran

✍️ Dewi Lestari 🕒 31 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Foto: istimewa

kalbar24.com – Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi sekitar Rp31 triliun pada kuartal IV 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk menjaga daya beli masyarakat, menopang konsumsi rumah tangga, serta mempertahankan pertumbuhan ekonomi menjelang akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus diarahkan pada perlindungan sosial, bantuan bagi pekerja, dan penguatan sektor produktif. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga perputaran ekonomi di berbagai daerah.

“Pemerintah berkomitmen memastikan pemulihan ekonomi berjalan inklusif dengan memperkuat proteksi sosial sekaligus mendorong produktivitas sektor riil,” ujar Airlangga.

Salah satu alokasi terbesar dalam paket tersebut adalah bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama Oktober hingga Desember 2026. Program dengan anggaran sekitar Rp17,5 triliun ini ditujukan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga mengalokasikan hampir Rp12 triliun untuk Bantuan Subsidi Upah (BSU). Program ini menyasar sekitar 13,3 juta pekerja dengan besaran bantuan Rp300.000 per bulan selama tiga bulan.

Melalui bantuan tersebut, pemerintah berupaya mempertahankan kemampuan belanja pekerja sehingga konsumsi masyarakat tetap terjaga hingga penghujung 2026.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, penyusunan stimulus dilakukan secara terukur dengan melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah ini diperlukan untuk memastikan program berjalan lancar dan bantuan diterima kelompok sasaran.

“Penyiapan alokasi anggaran sementara sekitar Rp31 triliun difokuskan agar seluruh program tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya dan menjadi fondasi kokoh menuju pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2027,” kata Haryo.

Stimulus Berlanjut pada 2027

Selain menjaga konsumsi masyarakat pada akhir tahun ini, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan lanjutan untuk 2027.

Program yang direncanakan mencakup perluasan insentif pajak bagi pekerja dengan penghasilan tertentu, program magang nasional, pelatihan vokasi, hingga dukungan pembiayaan perumahan.

Rangkaian kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mempertahankan daya beli, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Pemerintah menilai keberhasilan stimulus sangat bergantung pada ketepatan penyaluran dan pelaksanaan di lapangan. Evaluasi juga diperlukan agar anggaran yang disediakan benar-benar memberikan dampak terhadap konsumsi masyarakat dan keberlangsungan usaha.

Dengan dukungan bantuan sosial, perlindungan pekerja, serta penguatan sektor produktif, stimulus kuartal IV 2026 diharapkan mampu menjaga aktivitas ekonomi nasional sekaligus menjadi penopang pertumbuhan pada tahun berikutnya.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update