Sabtu, 31 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Sidak PLTU Bengkayang, Gubernur Kalbar Desak Percepatan Pemeliharaan Demi Atasi Pemadaman Bergilir

✍️ Yansen Gunawan 🕒 31 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Gubernur Kalbar Ria Norsan melakukan sidak di PLTU Bengkayang, Kalbar, Jumat (30/10/2026).
Gubernur Kalbar Ria Norsan melakukan sidak di PLTU Bengkayang, Kalbar, Jumat (30/10/2026). Foto: ANTARAFOTO

Menanggapi keluhan masyarakat luas terkait gangguan pasokan listrik yang kian meresahkan, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara mendadak turun tangan melakukan peninjauan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang. Langkah tegas ini diambil guna menginvestigasi secara langsung akar permasalahan di balik kebijakan pemadaman bergilir yang dalam beberapa waktu terakhir kerap dikeluhkan oleh para pelanggan di berbagai wilayah. Berdasarkan peninjauan tersebut, terungkap bahwa gangguan pasokan energi ini erat kaitannya dengan proses pemeliharaan atau overhaul pada unit pembangkit yang tengah berlangsung.

Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur mendesak pihak manajemen dan jajaran teknis PT PLN (Persero) untuk bekerja lebih efisien guna memangkas durasi pengerjaan pemeliharaan. Berdasarkan jadwal awal yang telah ditetapkan, proses pemeliharaan Unit 3 sedianya baru akan rampung dalam waktu 54 hari atau diperkirakan selesai pada tanggal 5 Desember 2026. Menyadari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh pemadaman bergilir terhadap aktivitas sehari-hari warga, pimpinan tertinggi di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ini meminta agar target waktu tersebut dapat dipangkas secara signifikan demi pemulihan sistem kelistrikan daerah.

“Target awalnya 54 hari atau sekitar 5 Desember. Mudah-mudahan bisa dipercepat menjadi sekitar 25 hari. Kita minta manajemen bekerja lebih cepat agar pada pertengahan November sudah bisa selesai,” ujar Ria Norsan saat memberikan instruksi kepada jajaran pengelola pembangkit.

Kehadiran kepala daerah di kompleks pembangkit listrik strategis ini sekaligus menjadi wujudRESPONS nyata atas keresahan publik yang masif. Sejumlah laporan dan pertanyaan dari masyarakat mengenai alasan di balik seringnya lampu padam mendorong pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan preventif maupun kuratif.

“Masyarakat bertanya-tanya kenapa listrik sering padam? Jadi kita datang langsung untuk menindaklanjuti,” tegas Norsan di hadapan para petugas teknis PLN.

Lebih lanjut, pemeliharaan rutin maupun berkala pada sektor kelistrikan sejatinya merupakan prosedur vital guna memperkuat keandalan jangka panjang dan mencegah kerusakan fatal pada mesin pembangkit. Namun, ketika proses tersebut beririsan langsung dengan penurunan kapasitas pasokan daya, manajemen beban atau pemadaman terencana menjadi pilihan sulit yang terpaksa diambil untuk menjaga keseimbangan jaringan interkoneksi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mengawal dan memantau progres perbaikan ini secara berkala. Koordinasi intensif dengan pihak PLN UID Kalbar juga terus ditingkatkan agar informasi seputar jadwal pemeliharaan maupun pemulihan beban dapat tersampaikan secara transparan kepada publik. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas tegangan dan kapasitas daya sebelum perayaan hari besar keagamaan mendatang.

Meski tantangan teknis di lapangan cukup kompleks, secercah harapan mulai terlihat dari hasil penyesuaian beban dalam beberapa hari terakhir. Stabilitas beban yang mulai berangsur membaik turut berkontribusi pada penurunan frekuensi pemadaman di sejumlah titik.

“Alhamdulilah, dalam dua-tiga hari ini beban cukup stabil sehingga ada sedikit pengurangan pemadaman, bahkan di Rabu malam kemarin dikatakan tidak ada pemadaman,” ujarnya.

Kendati demikian, pemulihan total sistem kelistrikan regional masih sangat bergantung pada keberhasilan percepatan pemeliharaan mesin di PLTU Bengkayang serta kesiapan infrastruktur pendukung lainnya. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersabar selama proses teknis ini berlangsung. Di sisi lain, pihak PLN juga diharapkan terus mengoptimalkan sumber daya manusia dan teknologi agar target penyelesaian di pertengahan November dapat terealisasi dengan baik tanpa mengabaikan standar keselamatan kerja.

YG
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update