Singkawang Targetkan TP2DD Terbaik Kalbar 2027, Digitalisasi PAD Diperkuat
kalbar24.com – Pemerintah Kota Singkawang menargetkan predikat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik tingkat Kalimantan Barat pada 2027. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah kota akan memperkuat inovasi transaksi digital guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan target itu saat memimpin High Level Meeting (HLM) TP2DD bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Rabu (4/11/2026).
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera memenuhi indikator penilaian dan tidak menunda penyelesaian persyaratan yang dibutuhkan.
“Saya berkomitmen untuk segera memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan. OPD terkait akan saya perintahkan untuk segera menindaklanjutinya agar target Singkawang menjadi TP2DD terbaik di Kalbar bisa tercapai,” tegas Tjhai Chui Mie.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Doni Septadijaya, menilai Singkawang telah memiliki sejumlah inovasi digitalisasi keuangan yang dapat menjadi modal dalam proses penilaian tingkat provinsi.
Menurutnya, dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, baru tujuh daerah yang telah melakukan inovasi di bidang tersebut.
“TP2DD Kota Singkawang sudah banyak menghasilkan eviden. Ini menjadi modal kuat bagi Singkawang untuk menjadi TP2DD terbaik di Kalimantan Barat,” kata Doni.
Ia mendorong pemerintah kota memperkuat kerja sama dengan Bank Kalbar, terutama dalam mempercepat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Selain meningkatkan kualitas tata kelola keuangan, capaian sebagai TP2DD terbaik juga berpotensi membuka kesempatan memperoleh tambahan insentif fiskal dari pemerintah pusat.
Tjhai Chui Mie menegaskan, penerapan transaksi digital tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan. Sistem yang dikembangkan harus memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui proses pembayaran yang praktis, cepat, aman, dan transparan.
Ia juga menilai digitalisasi dapat memperkuat pengawasan terhadap transaksi keuangan daerah. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi kebocoran penerimaan dan praktik kecurangan diharapkan dapat ditekan.
“Saya ingin sistem layanan keuangan digital ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, dengan proses transaksi yang cepat dan aman. Dengan sistem yang baik, potensi kebocoran maupun kecurangan dapat diminimalkan bahkan dicegah,” ujarnya.
Optimalisasi pembayaran digital tersebut juga menjadi bagian dari strategi creative finance pemerintah kota untuk memperkuat PAD dan kapasitas pembiayaan pembangunan.
Kepala Divisi Electronic Banking Bank Kalbar, Toni Darmawan, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui pengembangan berbagai layanan pembayaran.
“Pemda merupakan mitra prioritas Bank Kalbar. Karena itu, sistem keuangan digital yang kami bangun tidak hanya mengejar target angka, tetapi juga bagaimana mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD,” jelasnya.
Pertemuan tersebut turut diisi penayangan video profil inovasi “Padahkan Yak” dan program literasi masyarakat “Digital Corner Goes to Public”. Kedua program itu diarahkan untuk memperluas pemahaman serta mendorong pemanfaatan transaksi keuangan digital di kalangan masyarakat.
