Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Sinergi Lintas Sektor dan Siagakan 115 Personel, ASP Group Sambas Sukses Jaga Wilayah Bebas Karhutla

✍️ Dewi Lestari 🕒 16 Sep 2026 👁️ 5x dibaca
Sinergi Lintas Sektor dan Siagakan 115 Personel, ASP Group Sambas Sukses Jaga Wilayah Bebas Karhutla
Sinergi Lintas Sektor dan Siagakan 115 Personel, ASP Group Sambas Sukses Jaga Wilayah Bebas Karhutla Foto: Istimewa

Kalbar24.com — Upaya kolaboratif antara sektor swasta, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat adat di Kabupaten Sambas membuahkan hasil positif. ASP Region Sambas (meliputi PT Rana Wastu Kencana, PT Karya Boga Mitra, dan PT Karya Boga Kusuma) mengonfirmasi bahwa kondisi lahan di sekitar wilayah operasional perusahaan maupun lahan milik warga saat ini berada dalam kondisi aman, terkendali, dan nihil titik api (hotspot).

Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla yang digelar pada Rabu (16/9/2026) di Sambas. Sosialisasi ini melibatkan unsur Pemda Sambas, BPBD, Manggala Agni Daop Singkawang, Polsek Tebas, Polsek Subah, Tim Penyuluh Mabes TNI, serta tokoh masyarakat dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

General Manager Plantation (GMP) ASP Group Regional Sambas, Andreas Utaryo, menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan di tengah ancaman kemarau panjang El Nino.

“Kami sengaja melibatkan unsur masyarakat dalam kegiatan sosialisasi ini, sebagai upaya meningkatkan peran masyarakat secara luas dalam menjaga lingkungan dari bahaya karhutlai. selain itu sebagai sarana mengedukasi bagaimana secara bersama-sama menjaga agar tak terjadi karhutla ditengah Elnino yang sekarang melanda seluruh dunia termasuk di Kabupaten Sambas,” kata Andreas Utaryo, Rabu (16/9/2026).

“Kami dengan masyarakat, terus berkolaborasi menjaga kondisi hutan dan lahan dengan cara, koordinasi, mendeteksi, menganalisa potensi karhutla disekitar wilayah kerja PT RWK, KBM, dan KBK. Jadi bagaimana kita menjaga. Artinya jangan sampai dari hal-hal yang kecil ini menjadi besar,” katanya.

Kesiapan Armada 115 Personel dan 18 Menara Pantau

Guna mendukung deteksi dini dan respons cepat, pihak ASP Region Sambas menyiagakan regu pemadam kebakaran sebanyak 115 personel yang dibekali peralatan standar ISPO perkebunan kelapa sawit. Selain itu, sarana fisik seperti 18 unit menara pantau api, 1 unit mobil damkar, serta embung air telah disiapkan untuk pengawasan 24 jam.

“Ini menjadi komitmen kami dalam rangka menjaga, jangan sampai nanti muncul titik api. Jadi penanganannya sementara dari hal-hal yang kecil ini, dari hal- hal yang kecil kami melihat sehingga tim bergerak. Jadi sementara ini kondisi di sekitar kebun perusahaan dan milik masyarakat sekitar kerja ASP Region Sambas yakni di wilayah kerja PT RWK, KBM, KBK dalam kondisi aman dan terkendali,” katanya.

“Tim kami hampir 24 jam kerja melakukan pemantauan di 18 pos. Kemudian kami berkoordinasi dengan desa-desa, dusun sekitar , terkait informasi. Kalau ada melihat titik-titik api atau hotspot, itu wajib disampaikan dan siap bergerak," lanjut Andreas.

Apresiasi Tim Mabes TNI dan Respons Otoritas Lokal

Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI, Brigjen TNI Albert B Tiranda, memberikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif pihak perusahaan. Berdasarkan pemantauan timnya di lapangan atas perintah Panglima TNI, kondisi titik api di Kabupaten Sambas mencatatkan penurunan signifikan dibanding wilayah lain di Kalbar.

“Kami berharap kondisi titik api tidak ada sehingga seluruh aktivitas masyarakat bisa normal,” katanya.

“Kami akan terus melakukan penyuluhan sehingga titik api benar benar nihil di wilayah Kabupaten Sambas,” katanya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Kasi Trantib Kecamatan Tebas, Biandi. Ia menyebutkan koordinasi bersama TNI-Polri dan MPA efektif menekan angka kebakaran hingga nihil, terlebih dibantu turunnya hujan di sejumlah titik.

“Kami di pihak Kecamatan juga ikut berkontribusi bersama-sama dengan instansi terkait lainnya, seperti kepolisian dan TNI, MPA dalam angka mengendalikan api di titik-titik api yang ada di wilayah Kecamatan Tebas,” katanya.

“Kedepannya, bagaimana pemerintah kecamatan dan pihak terkait lainnya membuat program untuk mencegah supaya karhutla tidak terulang kembali, termasuk memasang spanduk imbauan ke sejumlah titik,” katanya.

Peran Aktif dan Imbauan Masyarakat Adat

Dari kearifan lokal, Kepala Benua Tampang Laut Kecamatan Tebas, Petrus Atan, menegaskan bahwa lembaga adat terus berkoordinasi dengan para kepala desa dan kepala dusun untuk mengawasi kawasan sekitar permukiman dan perkebunan.

“Apapun bentuknya mereka harus bersedia untuk membantu mengawasi di lingkungan sekitar, termasuk di lingkungan PT RWK, KBK dan KBM yang memang berdekatan dengan wilayah Benua Tampang Laut. Sehingga tak sampai terjadi karhutla,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat adat Desa Maribas, Bernadus Atun, menyampaikan bahwa pihaknya gencar melakukan pendekatan persuasif secara langsung kepada masyarakat.

“Kami tidak henti-hentinya door to door ke masyarakat, kemudian menyampaikan imbauan saat ada acara maupun pesta, jika pembakaran itu sangat membahayakan karena banyak dampak negatifnya dirasakan masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan sanksi hukum bagi pelanggar pembakaran lahan:

“Bersyukur, dengan apa yang dilakukan, karhutla di wilayahnya tak sampai terjadi,” katanya.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update