Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pemprov Kalbar Siapkan SPAM Regional untuk Antisipasi Krisis Air Bersih

✍️ Dewi Lestari 🕒 30 Sep 2026 👁️ 4x dibaca
Kepala Bapperida Kalbar, Linda Purnama
Kepala Bapperida Kalbar, Linda Purnama Foto: istimewa

kalbar24.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk menghadapi persoalan krisis air bersih yang berulang, terutama ketika musim kemarau.

Salah satu langkah yang tengah dikawal Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalbar bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar adalah rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional.

Kepala Bapperida Kalbar Linda Purnama mengatakan, rencana tersebut telah masuk dalam perencanaan pemerintah dan saat ini memasuki tahap kajian lokasi.

“Rapat koordinasi yang kami inisiasi adalah dalam rangka mendiskusikan langkah-langkah strategis untuk pencegahan karhutla, dan mengantisipasi krisis air bersih untuk yang akan datang,” kata Linda.

Menurutnya, sejumlah lahan milik Pemprov Kalbar sedang dikaji untuk menentukan lokasi pembangunan yang paling sesuai. Kajian tersebut mempertimbangkan kondisi teknis sekaligus ketersediaan sumber air baku.

“Bapperida saat ini sedang mengawal rencana pembangunan SPAM Regional bersama dengan Dinas PUPR. Sudah masuk dalam perencanaan, dan sedang kita kaji beberapa lokasi lahan Pemprov yang paling tepat dari sisi teknis, dan ketersediaan sumber air bakunya,” jelasnya.

Target Percepatan Pendanaan

Dalam rencana awal, pembangunan SPAM Regional akan menggunakan skema pembiayaan bersama atau sharing anggaran antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemprov Kalbar menargetkan proses persiapan dapat berjalan secepatnya. Setelah lokasi pembangunan ditetapkan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta kementerian terkait untuk membahas dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

“Target secepatnya. Apabila lokasi sudah dapat dipastikan, segera dikoordinasikan ke Bappenas, dan kementerian terkait untuk sharing pendanaan dari pusat,” ujarnya.

Selain pembangunan SPAM Regional, Pemprov Kalbar juga menyiapkan sejumlah alternatif untuk menghadapi persoalan ketersediaan air bersih. Koordinasi akan dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), serta instansi terkait lainnya.

Mitigasi Air Payau dan Krisis Air

Upaya jangka panjang tersebut sejalan dengan arahan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan yang sebelumnya meminta persoalan karhutla dan air payau tidak hanya ditangani ketika masalah sudah terjadi.

Krisantus mendorong adanya langkah mitigasi yang lebih terencana dan terpadu. Khusus persoalan air payau, ia meminta adanya percepatan pembangunan reservoir dan fasilitas penampungan air baku, termasuk kajian untuk mengolah air payau menjadi air tawar.

Rencana SPAM Regional yang kini dikawal Bapperida dan Dinas PUPR menjadi salah satu langkah untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut. Program ini diarahkan untuk mendukung ketersediaan air bersih yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Barat.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update