Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pemira Dorong Pemuda Perkuat Koperasi Desa dan Pemerataan Ekonomi Menuju 2045

✍️ Dewi Lestari 🕒 19 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Deklarator Pemir, Muh Ageng Dendy Setiawan saat konsolidasi pemuda di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan.
Deklarator Pemir, Muh Ageng Dendy Setiawan saat konsolidasi pemuda di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan. Foto: istimewa

kalbar24.com – Pemuda Indonesia Raya (Pemira) mendorong konsolidasi aktivis kepemudaan untuk memperkuat pembangunan berbasis desa dan memperluas pemerataan ekonomi di Indonesia. Langkah ini dinilai penting dalam menyambut satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 sekaligus mempersiapkan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Deklarator Pemira, Muh Ageng Dendy Setiawan, mengatakan semangat persatuan pemuda perlu diwujudkan melalui langkah konkret yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di daerah harus menjadi bagian dari gerakan kepemudaan.

Hal tersebut disampaikan Dendy dalam agenda konsolidasi pemuda di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026).

Ia menilai momentum menjelang satu abad Sumpah Pemuda perlu dimanfaatkan untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Persatuan, menurutnya, harus diwujudkan melalui program dan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dendy juga mengaitkan upaya tersebut dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi.

Menurutnya, arah kebijakan tersebut perlu didukung program terukur yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal.

Koperasi Desa Harus Memberikan Manfaat Nyata

Dendy menyoroti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Ia mengapresiasi upaya pemerintah membentuk koperasi di berbagai wilayah, tetapi mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk.

Ia menilai koperasi perlu dikelola secara profesional, transparan, dan produktif agar dapat memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat sekitar.

Menurut Dendy, koperasi harus berfungsi sebagai wadah kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pelaku usaha. Karena itu, pengawasan dan tata kelola yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional koperasi.

Ia juga berharap koperasi mampu membantu menyerap hasil produksi lokal, memperbaiki jalur distribusi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, koperasi berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Desa

Selain memperkuat kelembagaan koperasi, Pemira mendorong percepatan hilirisasi komoditas desa, khususnya di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan.

Dendy menilai desa perlu mengembangkan kegiatan pengolahan agar tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah. Produk yang diolah lebih lanjut berpeluang menghasilkan nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Ia mengatakan setiap desa memiliki potensi unggulan yang berbeda. Oleh sebab itu, pemetaan potensi lokal perlu dilakukan agar pengembangan ekonomi sesuai dengan sumber daya dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dendy juga menekankan pentingnya sinergi antara Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta dukungan teknologi dari pemerintah.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai produksi hingga pemasaran digital sehingga produk lokal memiliki peluang pasar yang lebih luas.

Pemuda Didorong Mengawal Pembangunan Desa

Pemira mengajak organisasi kepemudaan dan aktivis untuk berperan sebagai mitra strategis sekaligus pengawas pelaksanaan kebijakan pembangunan. Keterlibatan generasi muda dinilai penting agar program pemerintah berjalan sesuai tujuan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Dendy menegaskan persiapan menuju Indonesia Emas 2045 perlu dilakukan sejak sekarang dengan memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan peran koperasi, dan membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan.

Melalui konsolidasi tersebut, Pemira menyatakan komitmennya mendukung dan mengawal pelaksanaan Asta Cita keenam, dengan harapan pembangunan ekonomi dapat berlangsung lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update