PELTI Kalbar Perkuat Pembinaan Atlet Muda, Sambas Didorong Benahi Fasilitas Tenis
kalbar24.com – Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kalimantan Barat mendorong peningkatan fasilitas latihan dan pembinaan atlet tenis lapangan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah. Persiapan tersebut menjadi perhatian menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar yang dijadwalkan berlangsung pada 15–20 November 2026.
Ketua Umum PELTI Kalbar, Erlina Ria Norsan, menyampaikan hal tersebut saat kegiatan silaturahmi dan pembinaan organisasi PELTI kabupaten/kota di Lapangan Tenis PELTI Kabupaten Sambas, Rabu.
Menurut Erlina, pembinaan atlet perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan program yang terencana dan terukur. Ketersediaan fasilitas latihan yang memadai juga diperlukan agar atlet muda memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sejak dini.
“Sebagai Ketua Umum PELTI Kalbar, saya ingin program kerja PELTI dapat berjalan dengan baik, berfokus pada pembinaan atlet yang teratur dan terukur, terutama untuk usia dini. Tentunya, ini harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai,” kata Erlina.
Ia turut mendorong Pemerintah Kabupaten Sambas mendukung peningkatan fasilitas Lapangan Tenis PELTI Sambas. Lapangan yang layak dinilai penting untuk menunjang aktivitas latihan sekaligus menarik minat masyarakat terhadap olahraga tenis.
“Dengan program pembinaan yang serius dan tempat latihan yang memadai, bibit-bibit muda tenis lapangan dapat bertambah dan ke depannya mampu meningkatkan gairah tenis lapangan di Kabupaten Sambas,” ujarnya.
PELTI siapkan atlet untuk kompetisi nasional
Selain memperkuat pembinaan di daerah, PELTI Kalbar menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kemampuan pelatih dan memperluas pengalaman bertanding atlet.
Sejak kepengurusan dilantik pada 8 November 2025, organisasi tersebut telah menggelar Kejuaraan PELTI Cup I dan II, pelatihan pelatih tenis, serta pelatihan pelatih bersertifikat internasional dari International Tennis Federation (ITF).
PELTI Kalbar juga menjalin kerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura melalui nota kesepahaman atau MoU. Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga.
“MoU ini dalam upaya peningkatan sumber daya manusia mahasiswa dan peningkatan prestasi cabang olahraga tenis lapangan,” katanya.
Untuk menambah pengalaman bertanding, PELTI Kalbar merencanakan pengiriman atlet kelompok umur ke dua turnamen nasional yang diakui PELTI pada awal November 2026, termasuk Liga Tenis PP PELTI.
Selanjutnya, pada Desember 2026, PELTI Kalbar merencanakan penyelenggaraan Pertandingan Tenis Piala Gubernur. Selain menjadi kompetisi yang diakui PELTI, turnamen tersebut direncanakan menjadi sarana pemantauan atlet untuk persiapan Pra-PON.
Turnamen daerah diarahkan untuk pembinaan berjenjang
Erlina juga meminta klub dan komunitas tenis di kabupaten/kota berkoordinasi dengan pengurus PELTI setempat ketika mengadakan turnamen. Penyelenggara diharapkan memperoleh rekomendasi dari pengurus terkait agar kompetisi dapat mendukung pembinaan atlet secara terarah.
Ia mendorong agar turnamen turut menyediakan kategori kelompok umur 10, 14, 16, dan 18 tahun. Dengan adanya kompetisi berdasarkan kelompok umur, perkembangan atlet diharapkan dapat dipantau secara lebih terukur.
“Hadirkan kompetisi yang bermakna agar dapat dilakukan pembinaan yang terukur. Sehingga apabila ada event tingkat provinsi, atlet yang dikirim adalah atlet yang berasal dari pembinaan di daerah masing-masing,” ujarnya.
PELTI Kalbar berharap dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga dan penyediaan fasilitas latihan terus meningkat. Dengan kolaborasi tersebut, pengembangan atlet diharapkan berlangsung secara berkesinambungan dan mampu mendukung peningkatan prestasi olahraga di Kalimantan Barat.
