Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Pelindo Targetkan Relokasi Jalan Nasional di Mempawah Rampung Awal 2028

✍️ Dewi Lestari 🕒 23 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Pontianak mendorong percepatan relokasi jalan nasional sepanjang 5,6 kilometer di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, untuk memperlancar arus kendaraan logistik menuju kawasan Pelabuhan Kijing.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Pontianak mendorong percepatan relokasi jalan nasional sepanjang 5,6 kilometer di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, untuk memperlancar arus kendaraan logistik menuju kawasan Pelabuhan Kijing. Foto: istimewa

kalbar24.com – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Pontianak mendorong percepatan relokasi jalan nasional sepanjang 5,6 kilometer di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, untuk memperlancar arus kendaraan logistik menuju kawasan Pelabuhan Kijing.

Proyek tersebut saat ini masih menunggu proses serah terima barang milik negara dari Kementerian Keuangan. Pelindo berharap relokasi jalan dapat diselesaikan sepenuhnya pada akhir 2027 atau awal 2028.

General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Dewa Cipta Hadi, mengatakan pemindahan jalur tersebut penting karena jalan nasional sebelumnya melintasi kawasan Pelabuhan Kijing.

“Rencana relokasi jalan nasional saat ini sedang menunggu proses serah terima barang milik negara dari Kementerian Keuangan. Harapannya, pada akhir 2027 atau awal 2028, relokasi jalan nasional ini sudah bisa diselesaikan secara penuh,” ujar Dewa di Pontianak, Kamis.

Menurutnya, relokasi jalan diharapkan mampu mengurangi hambatan pergerakan kendaraan, meningkatkan kelancaran operasional pelabuhan, serta memperkuat konektivitas transportasi darat di kawasan Mempawah.

Selain pembangunan infrastruktur pendukung, pengembangan Pelabuhan Kijing juga ditopang kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, baik penanam modal dalam negeri (PMDN) maupun penanam modal asing (PMA).

Mitra tersebut antara lain PT Pacific Bio Industry, PT Khatulistiwa Cakrawala yang tergabung dalam Apical Group, PT Energi Unggul Persada, dan PT Riya Pacific Nabati. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya.

Pelindo juga menjalin kolaborasi dengan Mind ID Group untuk mendukung kelancaran program hilirisasi alumina yang menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kepelabuhanan, meningkatkan aktivitas logistik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat,” kata Dewa.

Pelindo optimistis pengembangan fasilitas bongkar muat, peningkatan arus barang, serta pembangunan infrastruktur pendukung akan semakin memperkuat peran Pelabuhan Kijing sebagai salah satu simpul logistik strategis di Kalimantan Barat.

Penguatan infrastruktur dan kerja sama industri tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing layanan kepelabuhanan, memperlancar distribusi barang antardaerah, serta memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di Kalimantan Barat.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update