Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Lonjakan Kasus ISPA di Kalimantan Selatan: Penambahan Capai 10 Ribu Pasien Seminggu

✍️ Yansen Gunawan 🕒 20 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Kondisi jalanan di Kota Banjarmasin saat kabut asap masih menyelimuti
Kondisi jalanan di Kota Banjarmasin saat kabut asap masih menyelimuti Foto: detik.com

BANJARMASIN — Tren penularan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kalimantan Selatan memperlihatkan grafik yang terus merangkak naik secara signifikan. Berdasarkan pendataan terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan, eskalasi jumlah penderita gangguan pernapasan tersebut kini telah menginjak angka penambahan rata-rata sebanyak 10 ribu pasien pada setiap pekannya.

Loncatan angka penderita ini berkaitan erat dengan memburuknya kualitas udara yang dipicu oleh bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta fenomena kabut asap yang masih kerap melingkupi sejumlah area urban maupun perdesaan di Banua. Peningkatan beban kasus kesehatan masyarakat ini diprediksi memerlukan perhatian intensif dari seluruh elemen pemangku kepentingan guna mencegah memburuknya tingkat keparahan penyakit di tengah masyarakat.

Tren Peningkatan Kasus dalam Lima Pekan Terakhir

Instansi kesehatan daerah mencatat bahwa lonjakan jumlah warga yang terserang gangguan saluran pernapasan tidak terjadi secara mendadak dalam kurun waktu satu hari, melainkan menunjukkan pergerakan konsisten yang kian mengkhawatirkan selama kurun waktu satu bulan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin menyebutkan kasus ISPA melonjak naik dalam lima pekan terakhir.

Rangkaian kenaikan kasus secara masif dalam durasi lima minggu tersebut selaras dengan tingkat akumulasi asap pekat yang mencemari lingkungan ruang terbuka. Asap hasil pembakaran vegetasi yang mengandungkan berbagai partikel mikro bahaya terhirup oleh warga saat melakukan aktivitas harian di luar rumah. Akibatnya, fasilitas medis, mulai dari puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai kabupaten/kota, kedatangan pasien dengan keluhan batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas dalam kuantitas yang meningkat drastis.

Laporan Kemenkes dan Gambaran Regional Kalimantan

Meskipun secara akumulasi angka penderita baru harian dan mingguan di Provinsi Kalimantan Selatan masih bertengger di posisi yang amat tinggi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan sorotan atas dinamika pola penyebaran penyakit ini secara kawasan. Pemerintah pusat memantau bahwa terdapat sinyalemen perlambatan atau penurunan tren penambahan penderita di beberapa titik wilayah Pulau Kalimantan.

Kemenkes mencatat, meskipun jumlah kasus kumulatif masih tinggi, tetapi tren penambahan kasus ISPA diklaim sudah menurun di beberapa daerah. Antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Pernyataan Kemenkes tersebut mengindikasikan bahwa walau secara absolut angka mingguan di Kalsel menyentuh kisaran 10 ribu kasus baru, pola laju percepatan kenaikannya telah menunjukkan tanda-tanda mereda dibandingkan periode puncak keparahan beberapa waktu sebelumnya. Kendati demikian, angka 10 ribu penderita per pekan tetap dikategorikan sebagai ancaman kesehatan lingkungan yang serius dan memerlukan kewaspadaan tingkat tinggi secara berkelanjutan.

Faktor Pemicu dan Situasi Kualitas Udara di Lapangan

Pencemaran udara akibat karhutla menjadi determinan utama yang mendorong tingginya insiden penderita ISPA. Di kawasan Kota Banjarmasin dan wilayah sekitarnya, kabut asap tebal sering kali menyelimuti jalanan utama terutama pada rentang waktu pagi hari dan malam hari. Kondisi iklim kemarau yang dibarengi dengan munculnya titik-titik api (hotspot) baru makin memperkeruh kualitas udara.

Debu halus serta partikulat berukuran kecil (PM2.5) dari material yang terbakar dapat dengan mudah menembus sistem pertahanan alami organ pernapasan manusia. Paparan partikel berbahaya ini tidak hanya memicu infeksi akut bagi warga yang sehat, tetapi juga berpotensi memperburuk kondisi kesehatan bagi penderita komorbid atau penyakit kronis bawaan seperti asma, bronchitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, serta ibu hamil menjadi pihak yang paling rawan terdampak dari situasi buruk ini.

Kesiapsiagaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Guna mengantisipasi gelombang lonjakan pasien yang terus berdatangan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan bersama dinkes tingkat kabupaten dan kota terus memperkuat sarana penanganan darurat. Langkah penyediaan rumah oksigen atau posko layanan kesehatan terpadu terus dioptimalkan untuk memberikan tindakan medis pertolongan pertama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akut.

Selain memobilisasi logistik obat-obatan dan tabung oksigen ke puskesmas-puskesmas di area terdepan, tenaga medis juga disiagakan untuk memberikan respons cepat. Pemantauan secara berkala atas ketersediaan stok masker dan peralatan pendukung pengobatan paru juga terus diperbarui demi menjamin warga yang datang mencari pengobatan dapat tertangani secara tepat dan memadai.

Imbauan Kesehatan dan Pencegahan Mandiri Bagi Warga

Di tengah ancaman polusi udara akibat kabut asap karhutla yang belum sepenuhnya mereda, otoritas kesehatan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan diri. Langkah pencegahan mandiri dipandang sebagai benteng pertahanan utama untuk menekan penambahan angka kasus ISPA harian di lingkungan keluarga.

Masyarakat sangat disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, terutama pada jam-jam ketika konsentrasi kabut asap berada di tingkat tertinggi. Apabila harus melakukan kegiatan di luar rumah, penggunaan masker perlindungan standar seperti masker medis atau masker jenis N95/KN95 amat dianjurkan untuk menyaring masuknya debu dan partikel asap ke saluran pernapasan.

Selain penggunaan alat pelindung diri, warga juga diimbau menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mencukupi kebutuhan konsumsi air putih harian, mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga imunitas tubuh, mengondisikan ventilasi rumah agar kabut asap tidak masuk ke dalam ruangan, serta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas medis terdekat jika mulai merasakan gejala gangguan pernapasan menjadi langkah esensial untuk mencegah komplikasi kondisi kesehatan yang lebih berat.

YG
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update