Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Kualitas Udara Memburuk akibat Asap Karhutla, Pemkot Balikpapan Setop Sementara Distribusi Makan Bergizi Gratis dan Terapkan Belajar Daring

✍️ Yansen Gunawan 🕒 15 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: detik.com

BALIKPAPAN — Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para peserta didik di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, terpaksa dihentikan untuk sementara waktu. Langkah tegas ini diambil seiring dengan langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka di sekolah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring.

Kebijakan darurat tersebut diberlakukan lantaran kondisi kualitas udara di wilayah Balikpapan memburuk akibat paparan kabut asap tebal yang dipicu oleh musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kebijakan sistem belajar dari rumah ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 14 hingga 16 Oktober 2026, guna melindungi anak-anak dari ancaman gangguan kesehatan pernapasan.

Penghentian sementara operasional dapur dan pengiriman logistik MBG dilakukan agar tidak terjadi penumpukan atau kemubaziran makanan di lingkungan sekolah yang sedang tidak menyelenggarakan kegiatan belajar secara langsung di kelas.

Penghentian MBG Dipersiapkan Matang Lewat Koordinasi Awal

Langkah penghentian distribusi nutrisi siswa ini tidak dilakukan secara mendadak tanpa perencanaan. Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah membangun komunikasi intensif dengan pihak pengelola dapur penyedia makanan, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tepat satu hari sebelum skema PJJ diberlakukan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa seluruh langkah ini diambil secara terukur dengan mempertimbangkan kesiapan teknis penyalur MBG serta keselamatan fisik seluruh peserta didik di lapangan.

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa koordinasi yang sama akan kembali dilanjutkan sebelum masa PJJ berakhir. Hal ini untuk memastikan rantai pasok dan persiapan hidangan MBG langsung siap beroperasi begitu anak-anak diizinkan kembali menginjakkan kaki di sekolah.

Irfan Taufik menyampaikan:

"Kami sudah langsung koordinasi kemarin, H-1 sebelum PJJ ini berjalan."

Lebih lanjut mengenai penyesuaian jadwal pengiriman MBG saat aktivitas sekolah mulai dipulihkan kembali ke metode tatap muka, Irfan Taufik menambahkan:

"Begitu juga nanti H-1 ketika anak-anak masuk, kita akan koordinasi dengan teman-teman SPPG untuk melanjutkan itu,"

Sikap kehati-hatian Pemkot Balikpapan dalam menggulirkan kebijakan PJJ dan penundaan MBG ini murni berlandaskan pada dinamika indikator lingkungan yang terus berfluktuasi. Irfan Taufik juga menegaskan kriteria utama yang menjadi acuan pemerintah daerah dalam menentukan masa berlaku belajar dari rumah tersebut dengan menekankan:

"PJJ dengan melihat kondisi kualitas udara di Kota Balikpapan,"

Pelaksanaan PJJ Berjalan Tanpa Kendala Teknis

Kendati para siswa harus terpisah jarak dari ruang kelas fisik dan tidak menerima jatah MBG harian selama masa penyesuaian ini, proses transformasi pembelajaran daring di Balikpapan dipastikan berjalan dengan lancar. Pengalaman masa pandemi masa lalu dinilai menjadi modal berharga yang membuat jajaran pendidik, siswa, maupun orang tua murid cepat beradaptasi dengan ritme PJJ.

Pemantauan langsung di lapangan terus dilakukan oleh Disdikbud Balikpapan untuk memastikan kualitas pengajaran tidak menurun meski dilakukan secara jarak jauh. Salah satu peninjauan dilakukan di SMP Negeri 14 yang terletak di kawasan Kelurahan Gunung Bahagia, di mana sebanyak 1.236 siswa tercatat mengikuti agenda belajar dari rumah.

Pola instruksi, jam mengajar, dan alokasi durasi pembelajaran daring dipastikan tidak mengalami pengurangan sedikit pun. Struktur kurikulum harian tetap berjalan penuh sebanyak 9 jam pelajaran dalam sehari, sebagaimana jam sekolah normal pada umumnya. Para guru tetap hadir di ruangan sekolah untuk memandu materi melalui platform digital.

Mengomentari ketangguhan para guru dalam menyampaikan materi di ruang kelas yang kosong tanpa kehadiran fisik siswa, Irfan Taufik memberikan apresiasinya:

"Kalau saya lihat tadi 'kan, mereka mengajar sendirian dalam ruangan, tetap semangat dalam pembelajaran jarak jauh. Untuk orang tua siswa-siswi terus mendampingi anak-anaknya agar tetap di rumah, kalau terpaksa keluar rumah harus menggunakan masker,"

Terkait dengan adaptasi para peserta didik dan efektivitas teknis PJJ yang melibatkan ribuan siswa tersebut, Irfan Taufik menyampaikan optimismenya:

"Alhamdulillah, sudah terbiasa seperti adanya pandemi covid 19, jadi tidak ada kendala,"

Ia juga menegaskan ketetapan mengenai skema jam pelajaran selama skenario daring ini berlangsung dengan menyatakan:

"Ada sekitar 1.236 siswa. Tidak ada yang berubah dari PJJ ini, terdapat 9 jam pelajaran dalam satu hari,"

Pemantauan Kualitas Udara dan Imbauan bagi Orang Tua

Keputusan penghentian MBG dan peralihan ke sistem PJJ ini menjadi opsi rasional terbaik yang ditempuh Pemkot Balikpapan. Asap pekat hasil karhutla di kawasan regional Kalimantan mengandung partikel mikroskopis berbahaya yang dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak usia sekolah.

Guna mencegah dampak kesehatan yang lebih luas, Pemkot Balikpapan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau indeks standar pencemar udara (ISPU) secara real-time.

Pemerintah Kota mengimbau seluruh orang tua murid untuk mengawasi anak-anak mereka secara ketat. Kebijakan PJJ dirancang agar anak-anak tetap berada di dalam rumah dan beristirahat, bukan untuk dimanfaatkan beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan. Jika dalam keadaan mendesak anak harus keluar rumah, penggunaan masker berstandar kesehatan sangat diwajibkan.

Apabila kondisi kualitas udara di Balikpapan membaik dan kabut asap akibat karhutla berangsur menipis sebelum akhir pekan, aktivitas persekolahan akan segera dinormalisasi. Seiring berjalannya hal tersebut, rantai distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pun dipastikan bakal langsung diaktifkan kembali untuk memenuhi kebutuhan gizi harian para pelajar di Kota Balikpapan.

YG
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update