Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Kerja Sama Indonesia-AS Buka Peluang Hilirisasi Logam Tanah Jarang di Kalbar

✍️ Dewi Lestari 🕒 03 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) di sela-sela rangkaian Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministers' Meeting/TMM) di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) di sela-sela rangkaian Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministers' Meeting/TMM) di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Foto: istimewa

kalbar24.com – Pembahasan kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat (AS) di sektor logam tanah jarang (rare earths) membuka peluang bagi Kalimantan Barat untuk mengembangkan komoditas mineral strategis tersebut.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut logam tanah jarang menjadi salah satu sektor strategis yang berpeluang dikembangkan bersama dunia usaha AS, seiring upaya memperkuat hubungan perdagangan dan investasi kedua negara.

"Kami melihat masih terdapat potensi besar untuk memperdalam hubungan bisnis antara Indonesia dan AS. Dalam hal ini, melalui hubungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat, kerja sama teknologi yang lebih erat, dan rantai pasok yang lebih terintegrasi," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (2/10).

Pembahasan itu berlangsung dalam pertemuan Budi dengan Kamar Dagang AS di sela-sela Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministers' Meeting/TMM) di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.

Kerja sama yang dibahas tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi juga investasi, teknologi, pengembangan pemasok, industri hilir, produksi bernilai tambah, rare earths, hingga energi terbarukan.

Kalbar Memiliki Indikasi Potensi Logam Tanah Jarang

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang memiliki indikasi potensi logam tanah jarang berdasarkan berbagai penelitian dan eksplorasi geologi.

Di Kabupaten Ketapang, Badan Geologi telah melakukan eksplorasi umum REE (rare earth elements) di kawasan Sandai yang memiliki batuan Granit Sukadana.

Hasil kajian menemukan adanya indikasi peningkatan kandungan gadolinium dan praseodymium pada sampel tanah dengan fragmen bauksit saprolit.

Sumber unsur tanah jarang di wilayah tersebut disebut berkaitan dengan batuan granit tipe-S yang berasosiasi dengan cebakan timah.

Potensi serupa juga diteliti di Kabupaten Sambas. Prospeksi Badan Geologi menemukan sampel dengan kandungan total logam tanah jarang masing-masing 352 ppm dan 529 ppm pada Formasi Batuan Granit Pueh.

Namun, hasil penelitian tersebut merupakan indikasi geologi dan belum dapat disamakan dengan keberadaan cadangan ekonomis yang siap ditambang.

Melawi Juga Diteliti

Kabupaten Melawi turut menjadi wilayah penelitian logam tanah jarang di Kalimantan Barat.

Penelitian BRIN di sektor Rirang menemukan sejumlah mineral pembawa REE, di antaranya monasit, xenotim, dan loparit.

Penelitian tersebut mencatat konsentrasi total REE pada bijih monasit berkisar antara 85.320 hingga 138.488 ppm.

Temuan tersebut menjadi bagian dari basis penelitian mengenai keterdapatan logam tanah jarang di Kalimantan Barat. Meski demikian, diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui kelayakan teknis dan ekonominya.

Peluang Hilirisasi dan Pengembangan Teknologi

Kerja sama Indonesia-AS dinilai relevan bagi pengembangan potensi mineral Kalbar karena pembahasannya mencakup teknologi, investasi dan penguatan rantai pasok.

Bagi Kalimantan Barat, peluang tersebut dapat diarahkan pada penguatan penelitian, pemetaan sumber daya, pengembangan teknologi pengolahan, serta industri hilir apabila hasil eksplorasi menunjukkan potensi yang layak secara teknis dan ekonomi.

Dengan pengembangan tersebut, logam tanah jarang tidak hanya dipandang sebagai bahan mentah, tetapi dapat menjadi bagian dari rantai pasok mineral strategis Indonesia dengan nilai tambah yang lebih besar.

Indonesia-AS Bahas Penguatan Hubungan Bisnis

Dalam pertemuan dengan Kamar Dagang AS, Budi juga membahas perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Budi berharap perjanjian tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan ruang bagi peningkatan kerja sama bisnis kedua negara.

Vice President and Executive Director International Policy Kamar Dagang AS Isabelle Icso menyambut positif upaya peningkatan hubungan bisnis dengan Indonesia.

Dunia usaha AS juga menawarkan kerja sama dalam pengembangan kapasitas serta sistem pembayaran digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update