Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Karhutla Ancam Pendapatan UMKM Kalimantan, Pakar Usulkan 3 Langkah Mitigasi

✍️ Dewi Lestari 🕒 16 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Pakar UMKM dan Kewirausahaan sekaligus Founder & CEO Wiranesia Foundation, Faransyah Jaya atau Coach Faran.
Pakar UMKM dan Kewirausahaan sekaligus Founder & CEO Wiranesia Foundation, Faransyah Jaya atau Coach Faran. Foto: istimewa

kalbar24.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dinilai berpotensi menekan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain mengganggu kesehatan dan lingkungan, kabut asap dapat membatasi mobilitas masyarakat, menghambat distribusi barang, serta menurunkan daya beli konsumen.

Pakar UMKM dan Kewirausahaan sekaligus Founder & CEO Wiranesia Foundation, Faransyah Jaya atau Coach Faran, menilai penanganan karhutla perlu disertai langkah perlindungan ekonomi masyarakat. Menurutnya, mitigasi tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman kebakaran, tetapi juga perlu menjaga keberlangsungan usaha warga.

"Saat kabut asap melumpuhkan aktivitas harian, omzet UMKM sektor kuliner, ritel, hingga kerajinan daerah ikut merosot drastis. Tanpa intervensi cepat, kita berisiko menghadapi gelombang penurunan daya saing bagi para pelaku usaha di tingkat tapak," ujar Coach Faran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Ia mengusulkan tiga langkah yang dapat dipertimbangkan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk membantu UMKM menghadapi dampak bencana.

Pertama, memberikan relaksasi keuangan dan restrukturisasi kredit bagi pelaku usaha yang terdampak. Penyesuaian pembayaran pinjaman atau bunga diharapkan dapat memberi ruang bagi UMKM untuk menjaga arus kas ketika pendapatan menurun.

Kedua, mempercepat pemanfaatan model bisnis digital. Platform perdagangan elektronik atau e-commerce dapat menjadi alternatif penjualan ketika aktivitas jual beli secara langsung terhambat oleh kabut asap.

Ketiga, memperkuat kewirausahaan hijau atau green entrepreneurship. Langkah ini dapat dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan produk UMKM yang mendukung pengelolaan lahan gambut secara ramah lingkungan.

Coach Faran menilai keberlanjutan UMKM di wilayah rawan bencana memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat. Dukungan yang tepat diharapkan membantu pelaku usaha bertahan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Melindungi usaha mereka di tengah krisis iklim adalah bentuk nyata menjaga ketahanan nasional," tutupnya.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update