Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Kalimantan Diproyeksikan Jadi Superhub Ekonomi Nusantara, Enam Klaster Disiapkan

✍️ Dewi Lestari 🕒 12 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy Foto: istimewa

kalbar24.com – Kalimantan diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru atau superhub Nusantara melalui penguatan konektivitas, investasi industri, dan kerja sama regional Indonesia, Malaysia, serta Brunei Darussalam.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan kolaborasi ketiga negara di Pulau Borneo diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperluas pemerataan pembangunan hingga kawasan Indonesia Timur.

Menurut Rachmat, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan dapat menjadi salah satu penopang pengembangan ekosistem ekonomi baru sekaligus mendukung pergeseran pusat pertumbuhan nasional ke luar Jawa dan Sumatra.

“Ini adalah segitiga baru Malaysia, Brunei dan Indonesia. Namun sesungguhnya ini bukan sekadar segitiga baru, melainkan segitiga emas untuk masa depan,” kata Rachmat dalam 2nd Borneo Economic Forum: Shaping the Future of Borneo di Kuching, Malaysia, Sabtu (10/10/2026).

Enam Klaster Ekonomi Jadi Prioritas

Rachmat menyebut terdapat enam klaster strategis yang dapat menopang transformasi ekonomi Kalimantan. Klaster tersebut meliputi teknologi bersih, industri farmasi terintegrasi, pertanian berkelanjutan, ekowisata dan wisata kesehatan, industri kimia, serta energi rendah karbon.

Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok regional dan membuka peluang investasi lintas wilayah. Untuk mendukungnya, pemerintah juga menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, keterampilan tenaga kerja, dan infrastruktur.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan serta penghormatan terhadap kepentingan masyarakat setempat.

“Kita membutuhkan investasi pada manusia dan infrastruktur. Transformasi ini harus tetap memperhatikan aspek sosial, budaya, dan ketahanan ekologi, termasuk hak masyarakat lokal serta perlindungan sumber daya air. Prinsip-prinsip tersebut penting untuk memastikan pembangunan tetap inklusif, adil, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Konektivitas Trans-Kalimantan dan Perbatasan Diperkuat

Selain investasi industri, peningkatan konektivitas menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan ekonomi Kalimantan. Infrastruktur transportasi diharapkan menghubungkan pusat produksi, kawasan perbatasan, pelabuhan, bandar udara, dan pasar regional.

Rencana konektivitas tersebut mencakup koridor Nusantara–Balikpapan–Samarinda, jaringan Trans-Kalimantan, serta penguatan hubungan antarpelabuhan dan bandar udara.

Kerja sama Indonesia, Malaysia, dan Brunei juga diarahkan pada pengembangan transportasi lintas batas, jaringan energi antarnegara, investasi industri, rantai nilai regional, infrastruktur digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan kecerdasan artifisial.

“Melalui kerja sama Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam, kedekatan geografis Kalimantan harus dapat diterjemahkan menjadi investasi, kesempatan bagi dunia usaha, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan kawasan yang semakin terhubung,” katanya.

Pemerintah menyatakan akan menindaklanjuti hasil dan usulan yang relevan dari forum Borneo Economic Community (BEC). Langkah tersebut diharapkan membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat keterhubungan dan ketahanan ekonomi kawasan Borneo.

Bagi Kalimantan Barat, agenda tersebut berkaitan dengan peluang pengembangan industri, perdagangan lintas batas, dan konektivitas regional. Namun, realisasi manfaatnya akan bergantung pada tindak lanjut kebijakan, kesiapan infrastruktur, investasi, serta keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update