HWDI Kalbar Siapkan UMKM Disabilitas Tembus Pasar Lebih Luas Lewat Porprov
kalbar24.com – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalimantan Barat mendorong pelaku usaha dari kalangan perempuan disabilitas untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk. Salah satu peluang yang tengah disiapkan adalah keikutsertaan UMKM disabilitas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat.
Ketua HWDI Kalbar, Linda Fardini, mengatakan kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan anggota untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
"Fokus utama kami adalah memberdayakan perempuan disabilitas di Kalimantan Barat. Terkait penawaran untuk ikut serta di Porprov, sebisa mungkin saya akan mengerahkan teman-teman pelaku UMKM disabilitas untuk mempersiapkan produk-produk andalan mereka," ucapnya.
Penawaran keterlibatan dalam Porprov disampaikan melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar. HWDI menyambut peluang itu sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi anggotanya, terlebih organisasi tersebut telah memperoleh pendampingan di bidang ekonomi kreatif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Untuk memaksimalkan peluang tersebut, HWDI Kalbar akan mendorong anggota mempersiapkan produk dengan memperhatikan mutu dan tampilan kemasan. Kedua aspek ini dinilai penting agar produk memiliki daya tarik dan mampu bersaing dengan produk lain di pasaran.
"Kami ingin produk-produk disabilitas ini bisa bersaing dengan produk luar. Oleh karena itu, kualitas dan kerapian kemasannya akan sangat kita perhatikan," kata Linda.
Penguatan UMKM menjadi salah satu cara untuk membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi perempuan disabilitas. Melalui persiapan produk yang lebih baik, anggota diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan kegiatan lokal sebagai tempat promosi, tetapi juga mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Dorongan pemberdayaan ekonomi tersebut disampaikan dalam peringatan HUT ke-29 HWDI Kalbar di aula Kantor Disporapar Kalbar, Selasa (13/10/2026). Kegiatan itu juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi dalam memperjuangkan hak dan meningkatkan peran perempuan disabilitas.
Dalam acara tersebut, peserta menyaksikan video kilas balik perjalanan HWDI Kalbar, termasuk proses pengajuan Surat Keputusan (SK) sejak 2023 hingga organisasi resmi disahkan pada 2025.
"Kami menampilkan kilas balik video perjuangan saya selama menjadi ketua. Mulai dari proses pengajuan Surat Keputusan (SK) sejak tahun 2023, hingga akhirnya resmi disahkan pada tahun 2025 dan terus berjalan di tahun 2026 ini," ujar Linda.
HWDI Kalbar berharap dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dapat memperluas kesempatan usaha bagi perempuan disabilitas. Dengan peningkatan kualitas produk serta akses promosi yang lebih baik, UMKM anggota diharapkan semakin mandiri dan memiliki daya saing.
