Hotel di Singapura Gunakan Robot AI, Biaya Operasional Diproyeksi Turun 10 Persen
kalbar24.com – Teknologi robotika dan kecerdasan buatan (AI) mulai dimanfaatkan untuk mendukung operasional perhotelan di Singapura. Novotel Singapore on Stevens dan Mercure Singapore on Stevens menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi YYForce untuk menerapkan robot layanan sekaligus mengembangkan teknologi robot humanoid.
Kolaborasi tersebut mencakup kompleks dua hotel dengan total 772 kamar, restoran, dan ruang acara. Kerja sama ini menggabungkan penerapan robot untuk kebutuhan operasional dengan riset berbasis aktivitas perhotelan sehari-hari.
Pada tahap awal, robot direncanakan menangani sejumlah pekerjaan, mulai dari mengantarkan barang kepada tamu, mendukung logistik makanan dan minuman, melakukan pembersihan terjadwal, hingga membantu layanan pramutamu.
Penerapan teknologi ini ditujukan untuk mengurangi pekerjaan berulang dan meningkatkan konsistensi pelayanan. Dengan dukungan robot, staf hotel diharapkan dapat lebih banyak mencurahkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan tamu.
General Manager Novotel Singapore on Stevens dan Mercure Singapore on Stevens, Piotr Kupiec, mengatakan teknologi robotika akan dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan operasional tanpa mengesampingkan kebutuhan tamu.
"Di hotel, setiap proses pengantaran barang dan tugas yang berulang menyita waktu. Kami ingin memanfaatkan teknologi robotika secara cermat agar tim kami dapat memusatkan perhatian pada hal-hal yang paling penting bagi tamu," ujar Piotr Kupiec.
Ia menambahkan, keberhasilan penerapan teknologi tersebut akan dinilai berdasarkan konsistensi layanan dan kemudahan pekerjaan sehari-hari bagi staf hotel.
Biaya Operasional Diproyeksi Turun
Perbandingan awal sebelum penerapan robot memproyeksikan potensi penurunan biaya operasional bulanan sekitar 10 persen pada sejumlah layanan, termasuk tata graha, pramutamu, serta makanan dan minuman tertentu.
Proyeksi tersebut telah memperhitungkan biaya robot dalam model perhitungan. Namun, angka itu belum merupakan hasil penghematan aktual karena biaya operasional, produktivitas, dan dampaknya terhadap pengalaman tamu masih akan dievaluasi setelah penerapan.
Agar dapat beroperasi di lingkungan hotel, persiapan teknologi mencakup integrasi dengan sistem lift, pemetaan rute, kebutuhan jaringan, serta pengiriman notifikasi kepada tamu ketika robot tiba.
YYForce menyediakan teknologi robotika dan dukungan teknis untuk mendukung proses tersebut. Perusahaan juga akan mengembangkan model kerja yang menggabungkan peran manusia, AI, dan robot.
CEO YYForce, Mike Fu, mengatakan lingkungan hotel yang beroperasi secara nyata dapat membantu perusahaan mengembangkan teknologi robotika agar lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sehari-hari.
"Bekerja di lingkungan hotel yang sedang beroperasi memungkinkan kami mendorong pengembangan teknologi robotika dari demonstrasi dalam kondisi terkendali menuju alur kerja di dunia nyata," ujar Mike Fu.
Riset Robot Humanoid Jadi Tahap Berikutnya
Selain penerapan robot layanan, kemitraan tersebut mencakup tahap riset terpisah untuk mengembangkan sistem robot humanoid YYForce dan generasi teknologi berikutnya.
Aktivitas tata graha dan layanan perjamuan tertentu akan menjadi acuan pengembangan perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem AI. Riset dilakukan melalui observasi yang telah memperoleh izin dan pemanfaatan data operasional sesuai kesepakatan kedua pihak.
Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan manusia, AI, robot layanan khusus, dan robot humanoid secara terpadu di sektor perhotelan maupun industri lain yang membutuhkan banyak tenaga pelayanan.
Meski demikian, pengembangan robot humanoid masih menjadi bagian dari tahap riset lanjutan. Sementara itu, penerapan awal difokuskan pada robot layanan khusus untuk membantu aktivitas operasional hotel.
