Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

FFPK 2026 Angkat Isu AI dan Karhutla, Siapkan Uang Pembinaan Rp50 Juta

✍️ Dewi Lestari 🕒 02 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Ketua Panitia FFPK 2026, Gebrina Diva.
Ketua Panitia FFPK 2026, Gebrina Diva. Foto: istimewa

kalbar24.com – Festival Film Pelajar Khatulistiwa (FFPK) kembali digelar pada 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-7, festival ini membuka kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menampilkan karya film sekaligus menyuarakan berbagai persoalan aktual.

Pada tahun ini, FFPK mengangkat dua isu utama, yakni kreativitas dan integritas di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Panitia FFPK 2026, Gebrina Divva, mengatakan antusiasme calon peserta mulai meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Ketertarikan mengikuti festival tidak hanya datang dari sekolah-sekolah di Kalimantan Barat, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar provinsi.

Bahkan, beberapa sekolah berencana mengirimkan lebih dari satu tim untuk mengikuti kompetisi tersebut.

“Tahun ini kami melihat ada peningkatan antusiasme. Sekolah dari luar Kalbar pun banyak yang bertanya dan berencana mengirim dua film atau lebih. Kami memang ingin FFPK naik tingkat, sekaligus menjadi wadah saling belajar dan naik kelas bersama antara peserta lokal dan luar daerah,” tutur Gebrina di Pontianak, Minggu (1/11/2026).

Seiring dengan perluasan jangkauan peserta, panitia juga meningkatkan total uang pembinaan. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya jumlahnya sekitar Rp30 juta, tahun ini apresiasi yang disiapkan mencapai lebih dari Rp50 juta.

Peningkatan tersebut diharapkan mendorong pelajar dan mahasiswa menghasilkan film yang kreatif, berkualitas, serta memiliki pesan yang kuat.

Angkat Kreativitas dan Integritas di Era AI

Salah satu tema yang diangkat FFPK 2026 berkaitan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Panitia ingin mengajak generasi muda melihat bagaimana AI memengaruhi proses penciptaan karya kreatif, termasuk dalam produksi film.

AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam berkarya. Namun, penggunaan teknologi secara instan tanpa keterlibatan kreativitas dan pemikiran manusia juga menjadi perhatian.

Melalui tema ini, peserta diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan kreativitas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menghasilkan karya.

Selain teknologi, FFPK tahun ini turut memberi perhatian pada persoalan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan dan Sumatra.

Gebrina berharap tema tersebut menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyampaikan kepedulian serta keresahan mereka melalui medium film.

“Melalui isu Karhutla ini, kami ingin generasi muda pelajar maupun mahasiswa bisa mengutarakan suara dan keresahan mereka lewat media film. Harapannya, karya visual ini bisa menjadi sarana edukasi sekaligus jalan menyampaikan aspirasi atas kekhawatiran yang dialami bersama,” tegasnya.

Dengan demikian, festival ini tidak hanya menilai kemampuan teknis dan estetika sinematografi peserta, tetapi juga mendorong lahirnya karya yang membawa pesan sosial dan relevan dengan kondisi masyarakat.

Pendaftaran Ditutup 9 November 2026

Panitia menetapkan 9 November 2026 sebagai batas akhir pengumpulan karya untuk FFPK 2026. Sementara malam penganugerahan atau Awarding Night dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

Gebrina mengajak pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia memanfaatkan festival tersebut sebagai ruang berekspresi, mengembangkan kemampuan sinematografi, serta menyampaikan gagasan melalui karya visual.

“Festival Film Pelajar Khatulistiwa ini adalah wadah berekspresi yang selalu bergerak mengikuti perkembangan zaman. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ayo berkreativitas, tunjukkan bakat terbaik kalian, dan suarakan ide-ide hebatmu di FFPK ke-7 tahun 2026!,” pungkasnya.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update