Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Ekspor Sotong Bengkayang Berpotensi 200 Ton per Tahun, Terminal Kijing Jadi Andalan

✍️ Dewi Lestari 🕒 02 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Gubernur Kalbar Ria Norsan Tinjau Cold Strorage di Karimunting.
Gubernur Kalbar Ria Norsan Tinjau Cold Strorage di Karimunting. Foto: istimewa

kalbar24.com – Potensi ekspor hasil perikanan Kabupaten Bengkayang diperkirakan mencapai 100 hingga 200 ton per tahun. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong penguatan fasilitas pengolahan dan pemenuhan persyaratan ekspor agar komoditas laut daerah dapat dikirim langsung melalui Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah.

Peluang tersebut terlihat saat Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau fasilitas penyimpanan beku atau cold storage milik pengusaha lokal di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (31/10/2026).

Fasilitas yang dikelola Edi tersebut menampung berbagai hasil tangkapan laut, terutama sotong (Sepia spp.) dan sejumlah jenis ikan yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Berdasarkan keterangan pengelola, kapasitas ekspor mandiri diperkirakan mencapai 100 hingga 200 ton per tahun. Sementara permintaan pasar domestik dan luar daerah mendekati 300 ton setiap tahun.

Namun, perusahaan tersebut masih melengkapi sejumlah persyaratan untuk melakukan ekspor secara mandiri, di antaranya Sertifikat HACCP dan nomor registrasi Unit Pengolahan Ikan (UPI).

Selama persyaratan tersebut belum terpenuhi, pengiriman produk perikanan untuk pasar ekspor masih dilakukan melalui perusahaan eksportir lain yang telah memiliki legalitas.

Gubernur Ria Norsan menilai potensi tersebut merupakan peluang ekonomi yang perlu dikembangkan. Menurutnya, hasil tangkapan nelayan pesisir Bengkayang memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Ini menunjukkan bahwa potensi perikanan kita cukup besar. Kapasitas ekspornya bisa mencapai 100 sampai 200 ton per tahun, sedangkan permintaan pasar domestik dan luar daerah hampir 300 ton per tahun. Ini merupakan peluang ekonomi yang harus terus kita kembangkan,” ungkap Ria Norsan.

Terminal Kijing Didorong Jadi Jalur Ekspor Langsung

Selama ini, pengiriman produk perikanan untuk tujuan ekspor masih harus melalui perantara atau transit di Jakarta. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap pola tersebut dapat berubah setelah perusahaan memenuhi persyaratan ekspor secara mandiri.

Dengan demikian, produk perikanan dari Bengkayang berpeluang dikirim langsung melalui Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah.

“Saya berharap setelah perusahaan ini memiliki persyaratan ekspor sendiri, pengiriman produknya tidak perlu lagi melalui Jakarta, tetapi bisa langsung melalui Terminal Kijing. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap membantu dari sisi regulasi dan koordinasi dengan instansi terkait agar proses ini dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menurut Ria Norsan, pemanfaatan Terminal Kijing sebagai jalur ekspor langsung berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperkuat daya saing produk perikanan Kalimantan Barat.

Aktivitas tersebut juga diharapkan mendorong pertumbuhan usaha pendukung dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Nelayan Didorong Mendapat Perlindungan Jaminan Sosial

Selain pengembangan usaha dan akses pasar, Gubernur turut menyoroti pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi nelayan serta pekerja sektor perikanan.

Menurutnya, aktivitas melaut memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Karena itu, para pekerja sektor perikanan perlu memahami manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya minta BPJS Ketenagakerjaan dapat melakukan sosialisasi kepada para nelayan dan pekerja sektor perikanan agar mereka memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial. Pekerjaan di laut memiliki risiko yang cukup tinggi. Jika terjadi kecelakaan kerja atau hal yang tidak diinginkan, setidaknya keluarga atau ahli waris mendapatkan perlindungan melalui manfaat jaminan sosial,” tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Suhuri Aly, menyatakan siap mendukung melalui sosialisasi langsung kepada nelayan dan pekerja sektor perikanan.

Upaya pengembangan cold storage, pemenuhan standar ekspor, pemanfaatan Terminal Kijing, serta perluasan perlindungan sosial diharapkan dapat memperkuat sektor perikanan Bengkayang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update