Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Olahraga
Olahraga

Daud Yordan Bidik Kemenangan atas Adore Torres, Perjalanan dari Ketapang ke Ring Dunia

✍️ Dewi Lestari 🕒 10 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
Petinju asal Kalbar, Daud Yordan berlatih menghadapi Adore Torres dalam perebutan Sabuk ABF Diamond pada ajang Back to Champion 2026 pada Sabtu 10 Oktober 2026 di Pontianak.
Petinju asal Kalbar, Daud Yordan berlatih menghadapi Adore Torres dalam perebutan Sabuk ABF Diamond pada ajang Back to Champion 2026 pada Sabtu 10 Oktober 2026 di Pontianak. Foto: istimewa

kalbar24.com – Daud Yordan kembali menguji kemampuannya di ring profesional saat menghadapi petinju Kolombia Adore Torres dalam perebutan Sabuk ABF Diamond pada ajang Back to Champion 2026 di GOR Terpadu Pontianak, Sabtu (10/10/2026).

Bagi petinju asal Kalimantan Barat tersebut, pertandingan ini bukan sekadar upaya menambah gelar. Daud ingin membuktikan dirinya masih mampu bersaing di level profesional sekaligus memberikan penampilan terbaik di hadapan masyarakat daerah asalnya.

Daud dan Torres telah menjalani penimbangan resmi di Gaia Mall Pontianak pada Jumat (9/10) dan dinyatakan lolos. Daud juga menjalani persiapan selama berbulan-bulan dengan mempelajari karakteristik lawan serta menyusun strategi pertandingan.

Di tengah kesibukannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Daud tetap menyempatkan diri menjalani latihan. Ia menyadari bahwa pengalaman panjang di atas ring perlu didukung konsentrasi, kondisi fisik, dan kemampuan membaca pergerakan lawan.

Selain mengejar kemenangan, Daud ingin menjaga hubungan baik dengan lawannya setelah pertandingan.

“Kita harus jaga setelah pertandingan dan tetap berhubungan baik,” kata Daud.

Torres juga menyampaikan kekagumannya kepada Daud. Petinju asal Kolombia itu menyebut Daud sebagai legenda dan menganggap kesempatan bertanding melawan idolanya sebagai pengalaman tersendiri. Meski demikian, ia tetap bertekad memberikan perlawanan serius.

Mulai Berlatih Tinju Sejak Usia Enam Tahun

Perjalanan Daud menuju dunia tinju profesional dimulai sejak masa kanak-kanak. Lahir di Ketapang pada 10 Juni 1987, ia tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan olahraga bela diri.

Dalam laporan Rakyat Kalbar yang diterbitkan pada 2016, kakaknya, Damianus Yordan, menceritakan bahwa kakek mereka dikenal sebagai guru silat. Tradisi bela diri tersebut kemudian berlanjut kepada anak-anak dan cucunya, termasuk Daud.

Daud mulai berlatih tinju ketika berusia enam tahun. Ia belajar dengan mengamati kakak-kakaknya berlatih dan bertanding, sebelum mendalami teknik dasar seperti pukulan, gerakan tubuh, dan langkah kaki.

Kemampuan mengatur jarak, bergerak menghindari serangan, serta menemukan celah untuk melancarkan pukulan menjadi fondasi penting dalam perjalanan seorang petinju.

Daud baru mengikuti kompetisi pertamanya ketika berusia 13 tahun di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Setelah melewati proses pembinaan, ia menjalani debut profesional pada 13 September 2008 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Dalam pertandingan profesional pertamanya, Daud mengalahkan petinju Meksiko Antonio Meza melalui keputusan angka mayoritas.

Dari kompetisi masa remaja hingga pertandingan profesional di luar negeri, perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses panjang Daud membangun karier di dunia tinju.

Julukan Cino dan Rekam Jejak Internasional

Daud dikenal dengan julukan “Cino”. Menurut laporan Rakyat Kalbar, julukan tersebut diberikan oleh mantan pelatihnya ketika masih berstatus petinju amatir, Carlos Jesus Renate Tores, dengan merujuk pada kata Chino dalam bahasa Spanyol.

Sepanjang karier profesionalnya, Daud meraih sejumlah gelar internasional, termasuk gelar juara dunia IBO kelas bulu.

Pada 2019, ia mengalahkan Michael Mokoena dari Afrika Selatan untuk meraih gelar IBA World Super Lightweight dan WBO Oriental Super Lightweight.

Pada Juli 2022, Daud kembali mencatat kemenangan knockout atas petinju Thailand, Panya Uthok, pada ronde keenam. Kemenangan tersebut sekaligus mempertahankan gelar WBC Asian Boxing Council Silver kelas ringan super.

Rekam jejak itu menjadi modal pengalaman bagi Daud dalam menghadapi petinju dengan karakter dan gaya bertarung yang berbeda. Namun, pertandingan melawan Torres tetap menjadi tantangan tersendiri yang harus dijawab melalui penampilan di atas ring.

Dari Ring Tinju ke Kursi Senator

Di luar dunia olahraga, Daud memperluas kiprahnya melalui jalur politik. Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat untuk masa jabatan 2024–2029.

Peran tersebut menambah tanggung jawab Daud di luar karier profesionalnya sebagai petinju. Sebagai atlet, ia berkompetisi berdasarkan aturan dan batas waktu pertandingan. Sementara sebagai senator, ia menjalankan fungsi perwakilan daerah.

Daud juga pernah menyampaikan keinginannya untuk mendorong pembinaan dan kompetisi olahraga yang lebih berkesinambungan. Menurutnya, atlet membutuhkan jalur kompetisi yang baik agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan meniti karier profesional.

Pada Januari 2026, Daud juga diberitakan menjabat sebagai Ketua KONI Kalimantan Barat. Posisi tersebut menambah keterlibatannya dalam pengembangan olahraga daerah, seiring keinginannya melanjutkan karier tinju.

Perjalanan dari petinju cilik hingga menjadi senator memperlihatkan perubahan peran Daud selama bertahun-tahun. Selain mempertahankan kiprahnya di ring, ia kini memiliki tanggung jawab lain dalam memperjuangkan kepentingan daerah dan mendukung perkembangan olahraga.

Back to Champion Jadi Langkah Menuju Tantangan Berikutnya

Ajang Back to Champion 2026 menjadi kesempatan bagi Daud untuk kembali menunjukkan kemampuannya di hadapan publik Kalimantan Barat. Pihak promotor sebelumnya juga menyampaikan rencana membuka peluang pertarungan yang lebih besar, termasuk kemungkinan menghadapi legenda tinju dunia Manny Pacquiao pada 2027.

Namun, rencana tersebut masih bergantung pada perkembangan dan realisasi berikutnya. Untuk saat ini, perhatian Daud tertuju pada duel melawan Torres di Pontianak.

Pertandingan utama itu dijadwalkan disiarkan melalui Garuda TV. Selain perebutan Sabuk ABF Diamond, ajang tersebut juga diharapkan memberi ruang bagi petinju profesional lain untuk membangun karier.

Bagi Daud, kemenangan atas Torres akan menjadi langkah penting untuk menjaga momentum kariernya. Ia kembali ke daerah asal bukan hanya membawa pengalaman panjang di dunia tinju, tetapi juga ambisi untuk membuktikan bahwa perjalanannya di atas ring masih berlanjut.

DL
Dewi LestariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update