Dari MOBA hingga Strategi Kartu, Ini 5 Gim Esports Terpopuler di Indonesia
Kalbar24.com — Olahraga elektronik atau esports terus memperkuat posisinya sebagai bagian penting dari industri olahraga modern di Indonesia. Tak sekadar sarana hiburan, dinamika ekosistem ini ditandai oleh meluasnya basis komunitas, geliat kompetisi profesional yang masif, hingga partisipasi resminya dalam ajang multi-event internasional seperti Asian Games dan SEA Games.
Pertumbuhan ekosistem ini didukung oleh berbagai genre gim yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pemain maupun penikmat esports di Tanah Air.
Daftar Gim Esports dengan Komunitas Kompetitif Terbesar
Berikut lima judul gim esports populer yang berhasil membina komunitas kompetitif besar sekaligus menorehkan rekam jejak pada ajang olahraga internasional:
-
1. Mobile Legends: Bang Bang (MLBB)
Gim bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) ini menjadi salah satu yang paling dominan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ekosistem profesionalnya ditopang oleh kompetisi kasta tertinggi Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL). Gim besutan Moonton ini juga resmi dipertandingkan pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina.
-
2. Dota 2
Sebagai pelopor genre MOBA di perangkat PC, Dota 2 besutan Valve memelihara komunitas kompetitif yang solid di Indonesia. Di tingkat dunia, gim ini memiliki panggung turnamen bergengsi seperti ESL One dan The International. Dota 2 juga menjadi salah satu cabang esports resmi pada SEA Games 2019.
-
3. Pro Evolution Soccer (PES)
BACA JUGAMewakili genre simulasi olahraga sepak bola, PES membuktikan bahwa pasar esports tidak hanya didominasi oleh judul MOBA. Tersedia di berbagai platform, seri permainan ini secara konsisten menggelar turnamen tingkat global melalui ekosistem PES League serta pernah hadir dalam pentas esports internasional.
-
4. Arena of Valor (AoV)
Gim MOBA seluler ini turut mengukir sejarah sebagai salah satu cabang olahraga eksibisi (uji coba) pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Di Indonesia, AoV pernah menjadi wadah kompetitif utama yang melahirkan banyak pemain profesional.
-
5. Clash Royale
Berbeda dari format gim kompetitif lainnya, Clash Royale mengusung perpaduan elemen strategi pertahanan menara (tower defense) dan kartu koleksi. Gim ini menjadi sorotan dalam ajang uji coba Asian Games 2018 setelah atlet Indonesia, Ridel Yesaya Sumarandak, berhasil menyumbang medali emas.
Keberagaman Genre Memperkuat Industri Esports
Perkembangan esports di Indonesia membuktikan bahwa kompetisi tidak terpaku pada satu jenis permainan saja. Kehadiran genre MOBA, simulasi olahraga, hingga strategi kartu memperlihatkan keluwesan industri dalam merangkul beragam karakteristik pemain dan penonton.
Perjalanan esports yang diawali dari kompetisi komunitas lokal hingga diakui dalam ajang olahraga resmi regional menjadi bukti nyata bahwa aktivitas bermain gim kini telah bertransformasi menjadi industri kompetitif yang profesional dan berkelanjutan.
