13 Kabupaten/Kota di Kalbar Nihil Hotspot, Karhutla Masih Fokus di Ketapang
kalbar24.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terpadu di Kalimantan Barat mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak, sebanyak 13 dari 14 kabupaten/kota di Kalbar tercatat nihil titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Data per Senin (12/10/2026) pukul 17.00 WIB menunjukkan hanya Kabupaten Ketapang yang masih memiliki 31 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman kini lebih difokuskan ke wilayah Ketapang melalui koordinasi satuan tugas (satgas) darat dan udara.
Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo, mengatakan penanganan karhutla di Ketapang membutuhkan upaya lebih intensif karena titik api di wilayah tersebut masih menjadi perhatian.
"Saya ucapkan terima kasih kepada satgas darat dan satgas udara yang selama ini pelaksanaan penanganan karhutla sudah berkolaborasi dengan baik, sehingga jumlah hotspot di Kalbar mengalami penurunan yang sangat signifikan setiap harinya," kata Asrianus Bulo saat mengikuti briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar, Senin malam.
Pemadaman Darat Diandalkan di Ketapang
Asrianus menjelaskan, operasi pemadaman melalui udara masih menghadapi kendala jarak pandang (visibility). Karena itu, satgas darat menjadi andalan untuk menangani kebakaran di Kabupaten Ketapang.
Meski demikian, pemadaman darat dan udara dapat dilakukan secara bersamaan apabila kondisi cuaca dan jarak pandang memungkinkan helikopter pengebom air (water bombing) beroperasi di lokasi yang sama.
"Jika satgas darat melakukan pemadaman di Ketapang dan pada saat bersamaan visibility mendukung helikopter water bombing (heli WB) melakukan pemadaman di wilayah yang sama tidak jadi masalah. Karena memang selama 5 hari berturut-turut kita berikan sasaran pemadaman di Ketapang," ucap Bulo.
Menurutnya, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga menghadapi tantangan dalam menjangkau wilayah selatan Ketapang, khususnya Kecamatan Kendawangan. Penerbangan OMC memang dapat menjangkau kawasan tersebut, tetapi belum tersedia bibit awan hujan yang memadai untuk disemai.
Akibatnya, pelaksanaan OMC sejauh ini lebih memungkinkan dilakukan di wilayah Ketapang bagian tengah dan utara.
Kalbar Alami Penurunan Titik Panas
Asrianus menilai penanganan karhutla di Kalbar menunjukkan perkembangan positif. Selain berkurangnya titik panas, kondisi asap dan titik api (firespot) juga disebut mulai menurun.
Dari enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla, Kalbar yang sebelumnya berada di posisi teratas wilayah terdampak kini mengalami penurunan. Menurut Asrianus, Riau saat ini berada di atas Kalbar dalam tingkat keparahan karhutla.
"Diantara 6 provinsi prioritas penanganan karhutla, saat ini Riau berada di atas. Sementara Kalbar yang awalnya berada di peringkat teratas wilayah terparah karhutla, namun Alhamdulillah, saat ini Kalbar posisinya sudah turun," ujar Asrianus Bulo.
Ia menambahkan, potensi awan hujan yang muncul di sejumlah wilayah, ditambah pelaksanaan OMC, turut mendukung terjadinya hujan di sebagian besar Kalbar dalam beberapa hari terakhir. Namun, wilayah selatan Ketapang masih menghadapi keterbatasan potensi awan hujan.
OMC Diarahkan ke Ketapang Bagian Selatan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalbar, Novel Umar, mengatakan pelaksanaan OMC saat ini difokuskan ke wilayah selatan Ketapang. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu penyemaian awan hujan di kawasan yang menjadi prioritas pemadaman.
Novel menyebut penggunaan natrium klorida (NaCl) dalam operasi tersebut tetap diarahkan agar mendukung kebutuhan penanganan di wilayah sasaran.
"Tidak jadi masalah jika pelaksanaan OMC hanya bisa membawa 800 kg NaCl. Namun yang paling terpenting bisa melakukan penyemaian awan di Ketapang bagian selatan. Karena wilayah itu menjadi fokus pemadaman," kata Novel, mengharapkan.
Dengan masih terpusatnya titik panas berkepercayaan tinggi di Ketapang, koordinasi satgas darat, satgas udara, dan pelaksanaan OMC menjadi bagian penting dari upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Barat.
